Petani di Daerah Ini Bisa Manfaatkan Teknologi buat Cek Tanah dan Cuaca

ADVERTISEMENT

Petani di Daerah Ini Bisa Manfaatkan Teknologi buat Cek Tanah dan Cuaca

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 09 Nov 2022 13:42 WIB
Meski bukan daerah pertanian, ibu kota Jakarta hari ini melakukan panen raya. Panen padi dilakukan berkat karya para petani di Rorotan, Jakarta Utara.
Ilustrasi/Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memperkenalkan teknologi digital kepada para petani untuk mengelola pertanian. Teknologi ini diperkenalkan kepada petani di Desa Kadumbul dan Desa Kawangu, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur.

Ketua Tim Transformasi Digital Sektor Pertanian, Maritim, dan Logistik Kemkominfo, Wijayanto mengatakan teknologi digital dapat digunakan bagi para petani untuk memaksimalkan hasil pertanian. Para petani dapat mengetahui kebutuhan unsur hara dan kondisi cuaca melalui sensor yang terintegrasi dengan aplikasi di perangkat telepon pintar.

"Saat ini telah dikembangkan beragam solusi digital di sektor pertanian diantaranya melalui pemanfaatan sensor tanah dan cuaca. Melalui teknologi digital ini para petani dapat mengoptimalkan penggunaan sumber daya pertanian seperti pupuk dan pestisida dalam bercocok tanam sesuai kebutuhan," katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (9/11/2022).

Penggunaan teknologi dilakukan dengan terlebih dahulu memasang perangkat Internet of Things (IoT) di lahan. Nantinya alat tersebut secara periodik mengirimkan informasi kondisi tanah dan cuaca yang kemudian diolah secara otomatis untuk menghasilkan rekomendasi tindakan.

"Nantinya melalui aplikasi itu petani dapat mengetahui apa saja kebutuhan untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman di lahan seperti berapa banyak penggunaan air, pupuk, dan lainnya sehingga aktivitas bertani menjadi lebih efisien," jelasnya.

Ke depan, melalui teknologi ini para petani dapat memahami kebutuhan tanaman sesuai kondisi riil di lahan. "Semua kebutuhan tanah dan tanaman akan diinformasikan melalui aplikasi," tuturnya.

Sementara itu, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian yang diwakilkan oleh Kepala BPTP NTT Akhmad Hamdan, menjelaskan Keuntungan dari para petani dalam menggunakan teknologi ini adalah dapat lebih efisien dalam input produksi. Dikarenakan unsur hara yang akan diberikan kepada tanaman sesuai dengan rekomendasi dari aplikasi.

"Rekomendasi dari alat itu memang betul-betul dengan jumlah yang dibutuhkan oleh tanaman, pemupukan tidak lagi kurang atau berlebih karena jumlah unsur hara sudah tertera sangat jelas," pungkasnya.

Panen Petani Digital 4.0 merupakan puncak dari rangkaian kegiatan yang dilakukan dalam rangka meningkatkan adopsi teknologi digital petani yang dimulai dari pemasangan perangkat, sosialisasi, pelatihan, hingga pendampingan rutin.

Kegiatan ini dihadiri oleh ratusan petani yang ada di Desa Kawangu dan Desa Kadumbul, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. Ke depan diharapkan para petani terbiasa dalam memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan hasil usaha taninya.

(ada/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT