Wamendag Ungkap Jurus Rahasia Lawan Resesi 2023

ADVERTISEMENT

Wamendag Ungkap Jurus Rahasia Lawan Resesi 2023

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Minggu, 13 Nov 2022 20:14 WIB
Muncul dorongan agar mekanisme musyawarah aklamasi dikedepankan di Munas demi kondusivitas internal Golkar.
Foto: dok. Istimewa
Jakarta -

Di tengah isu resesi global yang diprediksi menerpa banyak negara di tahun 2023, angin segar disampaikan oleh Jerry Sambuaga, Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) yang mengungkap sejumlah aksi yang telah dan akan dilakukan di bidang ekspor, yang bisa jadi kunci dalam mengantisipasi gelombang resesi global yang bisa menghampiri ekonomi Indonesia tahun depan.

"Ekonomi Indonesia menguat di tengah pelemahan ekonomi global," tegas Wamendag. Lebih lanjut dijelaskan bahwa Indonesia menunjukkan penguatan ekonomi di tengah pandemi COVID-19 yang belum usai, terjadinya dinamika perdagangan global, dan perang konflik antara Rusia dan Ukraina. Meski semua itu berdampak, tapi indikator ekonomi Indonesia tetap menunjukkan tren positif, salah satunya karena pencapaian sektor perdagangan tetap menggembirakan.

Wamendag memperlihatkan, dua negara besar, Tiongkok dan Amerika Serikat, telah mengalami dampak parah awal resesi ekonomis global, disusul sesama negara Asia: India, Singapura, Korea Selatan, Filipina dan Vietnam.

Sebaliknya, Wamendag mengungkap fakta optimis. "Laju ekonomi Indonesia kuartal kedua 2022 mengalami pertumbuhan dibandingkan kuartal kedua 2021 dengan pertumbuhan 5,44% (YoY) dengan ekspor-impor menjadi komponen PDB yang mengalami pertumbuhan tertinggi pada kuartal kedua 2022 sebesar 19,74% dan 12,34% (YoY)," ungkapnya.

Jerry Sambuaga menjelaskan pula, "Neraca perdagangan Indonesia surplus. Ekspor lebih besar dari impor. Ini memastikan ketahanan perdagangan Indonesia semakin kuat karena kita tak terlalu bergantung pada impor dari negara lain. Surplus kita dengan akumulasi hingga September di angka $39,87 miliar. Ini merupakan angka tinggi sejak 15 tahun terakhir. Presiden pun menyebut, Indonesia nomor dua di antara negara lain."

"Struktur ekspor Indonesia, dari data BPS, ekspor kita 71% dari barang industri. Sesuai arahan Presiden, ekspor kita harus barang yang diolah, yang punya nilai tambah, tak hanya barang mentah," paparnya lebih lanjut.

Wamendag juga memaparkan sejumlah program yang telah dilakukan Kementrian Perdagangan. "Kita memberi pendampingan, advokasi, pelatihan pada pelaku UMKM dan ekspor. Ada program business matching, yang pertemukan pembeli-penjual. Hingga November, kita menyelesaikan 26 perjanjian dagang di seluruh dunia. Juga ada gerakan nasional 'Bangga Buatan Indonesia'. Kita harus bangga memakai produk anak negeri," ungkapnya.

Bersambung ke halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT