Mejeng di Pameran G20, Gitar Ukir asal Bali Ini Diincar Musisi Dunia

ADVERTISEMENT

Mejeng di Pameran G20, Gitar Ukir asal Bali Ini Diincar Musisi Dunia

Atta Kharisma - detikFinance
Selasa, 15 Nov 2022 22:03 WIB
BRILIANPRENEUR
Foto: Dok. BRI
Jakarta -

Kayu ukir merupakan salah satu kerajinan khas Indonesia yang popularitasnya mendunia. Bahkan, beberapa di antaranya sudah menembus pasar internasional.

Tapi I Made Aritanaya memiliki cara yang cukup unik untuk membawa seni kayu ukir Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi lagi. Alih-alih dalam bentuk ornamen atau perabotan, pengrajin kayu asal Gianyar ini memilih untuk menuangkan karyanya di atas sebuah gitar.

Ide kreatif ini bermula ketika seorang pencinta gitar asal Kanada mengunjungi workshop milik ayah Made, I Wayan Tuges pada tahun 2005 silam.

"Ada seorang pebisnis dari Kanada. Dia tuh datang ke Bali mau buat gitar, tapi nggak tahu pengrajin gitar di mana. Saya pun sama bapak saya awam tentang gitar. Saya kan basic-nya tukang kayu, pengrajin tukang ukir," ujar Made kepada detikcom, Selasa (15/11/2022).

"Dia bawa gitar yang murahan 'bisa nggak bikin gitar? Ini boleh dibongkar'. Saya bilang ya siap. Akhirnya dia pulang, selama tiga bulan itu saya buat gitar dengan kemampuan seadanya. Pakai kayu balok, nggak tahu ketebalan berapa, skalanya gimana, saya awam masalah itu. Tapi saya pikir ini untuk barang seni. Jadi dibilang gitar, bentuknya gitar tapi nggak ada suaranya sama sekali," tuturnya.

Berbekal kemampuan seadanya itu, Made dan bapaknya berhasil membuat dua buah gitar ukir. Tapi siapa sangka, gitar ukir yang bahkan tidak bisa menghasilkan suara itu ternyata menarik perhatian si customer. Melihat potensi tersebut, si customer tadi menawarkan kerja sama kepada Made dan bapaknya untuk membuat gitar ukir yang bisa dipetik dan menghasilkan alunan melodi.

"Mungkin idenya masuk. Dia (pembeli) pulang dengan bawa gitar itu, nyari ahli pembuat gitar di Amerika. Dia datangin ke Bali untuk ngajarin kita basic membuat gitar," imbuh Made.

Pada tahun 2007, mereka pun berhasil meluncurkan produk gitar ukir pertama yang diberi merk BlueBerry di ajang Montreal Jazz Festival. Karya yang mereka pamerkan di ajang tersebut mendapat sambutan yang luar biasa dan bahkan habis terjual.

"Udah launching di sana, ternyata lumayan respons-nya dari pemusik-pemusik sana. Akhirnya produksi, awalnya kita jual lewat e-bay, lelang ya. Per bulan itu 20 gitar (dijual)," ucap Made.

Dari sana, Made dan Tuges menerima banyak custom order dari orang-orang yang tertarik dengan desain gitar ukir miliknya. Hingga pada 2012, Made dan Tuges memutuskan untuk independen dan mendirikan brand BlueBerry Guitars miliknya sendiri.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT