Cerita Sopir Standby Antar Tim Biden di Bali: Mesin Mobil Tak Boleh Mati

ADVERTISEMENT

KTT G20

Cerita Sopir Standby Antar Tim Biden di Bali: Mesin Mobil Tak Boleh Mati

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 16 Nov 2022 10:42 WIB
Presiden Amerika Serikat Joe Biden tiba di terminal VVIP I Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Minggu (13/11/2022). Kedatangan Presiden Amerika Serikat tersebut untuk mengikuti KTT G20 yang akan berlangsung pada 15-16 November. ANTARA FOTO/Media Center G20 Indonesia/Galih Pradipta/nym.
Presiden Amerika Serikat Joe Biden tiba di terminal VVIP I Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Minggu (13/11/2022)/Foto: ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA
Badung -

Sektor pariwisata di Bali mulai bangkit lagi setelah dihantam pandemi COVID-19. Terlebih ada gelaran Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang membuat pekerja pariwisata tersenyum lagi.

Salah satunya adalah Ida Bagus Gede Agus Setiawan. Selama pandemi COVID-19, dia bercerita harus banting setir dari profesinya sebagai sopir menjadi penjual nasi di Bali selama 1,5 tahun agar keluarga tetap bisa makan.

"Mulai pandemi 1,5 tahun karena nggak ada kesibukan, nggak ada penghasilan setiap hari, terpaksa saya beralih profesi untuk hidupi keluarga, ya jalan satu-satunya saya jualan nasi Bali, sate lilit, ayam betutu gitu di depan rumah," kata Gede kepada detikcom, Rabu (16/11/2022).

Seiring mulai terkendalinya pandemi COVID-19 dan kembali dibukanya pariwisata, Gede pun kembali menjadi sopir. Sampai pada dua bulan lalu, pria yang sudah 20 tahun menjadi sopir itu senang bukan main saat mengetahui dapat pesanan dari sebuah vendor.

Gede dikabari untuk melayani mobilitas para peserta G20 sampai Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) yang digelar 15-16 November 2022. Dirinya juga sempat mendapat pesanan untuk mengantar rombongan tim pengamanan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden selama 7-9 November 2022.

"Cuma antar beberapa kali kan persiapannya lumayan ketat sebelum kedatangan presidennya. Dari hotel ke airport nungguin sampai dia persiapan apa-apa, balik lagi ke hotel gitu aja si kerjaannya," jelasnya.

Maklum saja, untuk acara sekelas G20 sudah selayaknya tim-tim pengamanan kepala negara wira-wiri untuk memastikan seluruh aspek aman dan siap digunakan. Gede pun berupaya menjalankan tugasnya sebaik mungkin, termasuk memenuhi segala permintaan mereka yang tidak ingin mesin mobil mati.

"Kendaraan harus ready nggak boleh mati, di parkiran nyala terus. Lalu minta perlengkapan segala macam kayak kotak P3K, hand sanitizer, ya perlengkapan yang standar lah," bebernya.

Gede pun membeberkan alasan kenapa mesin mobil delegasi AS harus selalu menyala. "Supaya AC adem atau segalanya mungkin dengan kondisi cuaca seperti ini kan nggak berani kita matiin (mesin mobil), kita kan juga jaga keamanan tamu dengan kondisi cuaca Bali yang sedang ekstrem gini panasnya. Lalu untuk kalau urgent sudah siap jalan," tuturnya.

Sopir di Bali lainnya bernama Antok Panorama, berkesempatan membawa tim khusus dari Angkatan Darat AS. Tugasnya adalah mengantar mereka untuk mengecek sekitar kawasan Hotel Grand Hyatt di waktu tertentu yang menjadi tempat menginap Biden selama di Bali.

"Saya sangat nggak nyangka kalau jadi bagian dari delegasi AS. Pertama pasti sangat takut akan komplain dan sebagainya, tapi saya usahakan yang terbaik. Mereka selalu siap siaga mengecek keadaan sekitar Hotel Grand Hyatt dan sekitarnya di waktu tertentu. Setelah pengecekan itu mereka kembali ke hotel lagi," tutur Antok.

Lihat juga Video: Momen Jokowi Sigap Menahan Biden yang Tersandung Tangga

[Gambas:Video 20detik]




(aid/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT