RI-China Tandatangani Payung Hukum Kerja Sama Ekonomi & Perdagangan

ADVERTISEMENT

RI-China Tandatangani Payung Hukum Kerja Sama Ekonomi & Perdagangan

Angga Laraspati - detikFinance
Kamis, 17 Nov 2022 11:27 WIB
Kemendag
Foto: Kemendag
Jakarta -

Indonesia dan China menandatangani persetujuan yang merupakan payung hukum kerja sama ekonomi dan perdagangan antara kedua negara. Kedua negara sepakat untuk memperbarui persetujuan ini dikarenakan perjanjian sebelumnya telah habis masa berlakunya pada April 2021.

Adapun persetujuan yang dimaksud yaitu Persetujuan Perluasan dan Pendalaman Kerja Sama Bilateral Ekonomi dan Perdagangan Lebih Lanjut atau The Agreement Between the Government of the Republic of Indonesia and the Government of the People's Republic of China on Further Expanding and Deepening Bilateral Economic and Trade Cooperation (BETC).

Penandatanganan dilakukan langsung oleh Mendag Zulkifli Hasan (Zulhas) dan Menteri Perdagangan China Wang Wentao dan disaksikan oleh Presiden RI Joko Widodo dan Presiden Republik Rakyat Tiongkok Xi Jinping, di sela rangkaian KTT G20, Rabu (16/11) yang lalu.

Zulhas menegaskan kerja sama bilateral ini diharapkan dapat mengoptimalisasi potensi pasar sekaligus memperluas area kerja sama ekonomi, perdagangan, dan investasi bilateral. Hal ini juga jadi babak baru peningkatan kerja sama ekonomi antara Indonesia dan China.

"Penandatanganan BETC yang baru saja saya lakukan dengan Menteri Wang Wentao menandai babak baru upaya peningkatan kerja sama Indonesia dan Tiongkok. Pembaruan Persetujuan BETC pada tahun ini menunjukkan bukti nyata komitmen kedua negara untuk mengoptimalisasi potensi pasar sekaligus memperluas area kerja sama ekonomi, perdagangan, dan investasi bilateral. Selain itu, BETC juga berfungsi sebagai payung pembentukan Komisi Bersama Kerja Sama Ekonomi dan Perdagangan," kata Zulhas dalam keterangan tertulis, Kamis (17/11/2022).

Zulhas pun meyakini pembaruan BETC akan bermanfaat untuk semakin meningkatkan kinerja perdagangan dan ekonomi kedua negara. Ia juga berharap nilai perdagangan dan kerja sama ekonomi kedua negara yang telah berjalan baik akan terus meningkat.

"Saya yakin penandatanganan persetujuan ini dapat semakin mempererat kerja sama kedua negara dan mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia dan Tiongkok," tuturnya.

Ia meyakini, upaya-upaya diskusi dalam kerangka BETC ini akan menjadi wadah untuk mengatasi berbagai isu perdagangan yang dianggap dapat mempengaruhi kelancaran perdagangan kedua negara.

China merupakan mitra dagang nomor satu Indonesia baik dalam hal ekspor maupun impor. Pada periode Januari-September 2022, nilai ekspor Indonesia ke China mencapai US$ 46,88 miliar.

Nilai tersebut meningkat 28,87% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Nilai impor Indonesia dari China mencapai US$ 50,67 miliar atau meningkat 28,33%. Sementara itu, total perdagangan Indonesia-China pada 2021 mencapai US$ 109,99 miliar, meningkat 54% dibandingkan 2020.

Ekspor Indonesia ke China pada periode tersebut sebesar USD 53,76 miliar, dan impor Indonesia dari China sebesar US$ 56,22 miliar.



Simak Video "Gaya Mendag Zulhas Musnahkan Produk Impor Ilegal Rp 11 Miliar"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT