Cerita Driver Ojol G20: Diseleksi hingga Motor Listrik 'Diserobot' Penumpang

ADVERTISEMENT

KTT G20

Cerita Driver Ojol G20: Diseleksi hingga Motor Listrik 'Diserobot' Penumpang

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 17 Nov 2022 13:07 WIB
Ojol Listrik di KTT G20
Foto: Ojol Listrik di KTT G20 (Aulia Damayanti/detikcom)
Jakarta -

Pemerintah menyediakan ojek online (ojol) motor listrik yang bisa gunakan oleh delegasi, tamu negara, hingga media secara gratis. Driver ojol mengatakan selama puncak acara mulai dari tanggal 13 sampai 16 November kemarin, tamu hingga media semakin banyak yang hadir.

Dalam sehari untuk beberapa hari itu, para ojol bisa mengangkut penumpang hingga puluhan orang. Hanya saja, untuk fasilitas ojol listrik gratis ini khusus untuk kawasan G20 saja yakni Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Nusa Dua.

Salah satu driver ojol listrik bernama Kadek Sali mengatakan selama puncak acara G20 empat hari ini, ia bisa mengangkut penumpang sebanyak lebih dari 20 orang. Ia menyebut satu shelter saja bisa tercatat ada lebih dari 100 penumpang dengan kesediaan 7-8 driver.

"Mungkin lebih dari 20 (sehari). Karena satu shelter itu pembukaannya bisa lebih dari 100 penumpang," tutur Sali kepada detikcom di BICC Nusa Dua Bali, Kamis (17/11/2022).

Selama narik penumpang di ITDC agenda G20, Sali mengatakan kadang ada penumpang yang ingin mencoba membawa motor listrik. Jadi dirinya yang jadi 'dibonceng' penumpang.

"Paling uniknya, paling tukaran penumpang. Biasanya customer yang bawa, mau nyoba. Sangat boleh, syaratnya punya SIM, bawa motor, dan bisa bonceng," katanya.

Ia mengaku lebih nyaman menggunakan motor listrik dibandingkan bensin. Menurutnya jika digunakan lebih nyaman, ringan, dan lebih mudah pengisian energinya.

Menurut driver ojol lainnya bernama Indra Jaya, juga demikian. Jumlah penumpang yang diangkut selama di agenda G20 empat hari berturut-turut begitu banyak, bisa pilihan penumpang.

"Wah sehari banyak ya, puluhan kali, karena saking banyaknya, sudah nggak menghitung lagi saya," ujarnya.

Indra menjelaskan, untuk menjadi driver ojol motor listrik di agenda G20 merupakan hasil seleksi yang telah dilakukan beberapa bulan lalu. Para driver ojol ketika seleksi diberikan pelatihan menggunakan motor listrik, pelayanan, hingga berbahasa Inggris.

"Awal awal tu 150, kemarin tu dipangkas jadi 75, alasannya kurang tahu kebijakan perusahaan. Mungkin kan sistem screening, seleksinya ada pelatihannya test drive kita dapat pelatihan bahasa Inggris, terus gimana pelayanan prima kepada customer kemudian baru terpilih lah nama-nama kita ini," tutupnya.

(ada/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT