Jurus Pelindo Bereskan Berbagai Persoalan di Pelabuhan

ADVERTISEMENT

Jurus Pelindo Bereskan Berbagai Persoalan di Pelabuhan

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Jumat, 18 Nov 2022 12:08 WIB
pelindo I
Foto: pelindo I
Jakarta -

Marunda atau Cakung ke Pelabuhan Tanjung Priok berjarak kurang lebih 10 km, tapi waktu tempuh dari dua sentra industri itu kalau sore hari bisa sampai 3-4 jam. Kemacetan yang terjadi pada dua ruas jalan tersebut menjadi salah satu penghambat arus barang ke pelabuhan terbesar di Indonesia itu.

"Kongesti terjadi di akses masuk Tanjung Priok. Padahal, pelabuhan sudah cukup efisien, arus bongkar juga lebih cepat dan produktivitas meningkat," kata Direktur Utama PT Pelindo Solusi Logistik (PSL) Joko Noerhudha, Jumat (18/11/2022).

Subholding Pelindo Solusi Logistik terbentuk sejak merger Pelindo (Persero) pada 1 Oktober 2021. Bisnis utama Subholding ini adalah logistik dan pengembangan hinterland atau industri yang ada di sekitar pelabuhan.

Karena itu, Pelindo Solusi Logistik sangat berkepentingan dengan akses menuju dan dari pelabuhan untuk memperlancar arus barang, sekaligus mengoptimalkan aset-aset yang ada di Pelindo, termasuk depo dan gudang, untuk mencapai visi sebagai "The Best Solution Provider for an Integrated Logistics Ecosystem."

Kongesti itu, kata Joko, merugikan semua pihak. Pengusaha angkutan tidak bisa meningkatkan produktivitas karena belum lancarnya akses menuju pelabuhan seperti sekarang, truk kontainer hanya bisa melintas sekali dalam sehari. Mestinya, dengan jarak dari wilayah hinterland seperti Bekasi dan Karawang, truk-truk tersebut bisa menempuh 3-4 trip sehari.

"Ongkos kemacetan ini akhirnya harus ditanggung pengusaha. Kalau bisa 3-4 trip, cost per unit-nya bisa turun cukup signifikan," katanya.

Pembenahan jalan akses menuju Tanjung Priok dari arah hinterland di Timur Jakarta sangat krusial untuk diatasi. "Enam puluh persen barang datang dari kawasan industri di Timur Jakarta," kata Direktur Utama PT Pelindo (Persero) Arif Suhartono pada saat peresmian jalan tol Cibitung-Cilincing. Peresmian jalan tol Cibitung-Cilincing ini dilakukan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada 20 September lalu.

Dengan peresmian tersebut, total jalan tol Cibitung-Cilincing yang sudah beroperasi menjadi 27,1 km. Saat ini, jalan tol JTCC masih terlihat sepi karena ada satu segmen lagi yang sedang dikebut penyelesaiannya dan ditargetkan akan tuntas pada akhir 2022 yakni ruas Tarumajaya-Cilincing sepanjang 7,28 km. Jalan tol ini juga nantinya akan terhubung langsung dengan Terminal Kalibaru atau New Priok Container Terminal melalui New Priok Eastern Access.

Jika ruas tol ini sudah beroperasi penuh, menurut Arif Suhartono, waktu tempuh Cibitung menuju Tanjung Priok hanya sekitar setengah jam. Saat ini, truk-truk tersebut menuju Tanjung Priok melalui Jalan Tol Cikampek kemudian masuk ke Jakarta Outer Ring Road (JORR) Seksi E dengan waktu tempuh normal sekitar 1-1,5 jam. Tapi, pada jam-jam sibuk, seperti pada sore hari, waktu tempuh bisa melar sampai lebih dari 2 jam.

Selain akses jalan tol, Pelindo Solusi Logistik juga melakukan kegiatan transportasi multimoda untuk menyiapkan beberapa akses sehingga dapat memperlancar arus barang menuju dan keluar dari pelabuhan. Salah satunya adalah jalur kereta api dari Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei di Simalungun, Sumatera Utara, ke Terminal Multi Purpose Kuala Tanjung di Selat Malaka yang berjarak sekitar 50 km. Pelindo tengah mengembangkan Kuala Tanjung sebagai hub untuk logistik dan supply chain.

Selain fokus pada akses, Pelindo Solusi Logistik juga melakukan bisnis pergudangan dan pengembangan hinterland. Seperti diketahui, pasca serah terima operasi pada awal Januari 2022, Pelindo Solusi Logistik kini memiliki ratusan depo dan gudang yang dulu dikelola PT Pelindo I-IV dan anak-anak usahanya. "Kita ingin mengoptimalkan utilisasi gudang-gudang yang ada di bawah pengelolaan PT PSL," kata Joko.

Di bisnis logistik, Pelindo Solusi Logistik harus mampu memberikan Value kepada pelanggan (customer focus) dengan menawarkan efisiensi dan visibiltas proses melalui standarisasi dan digitalisasi layanan. Para pemilik barang sekarang bisa memanfaatkan keunggulan lokasi dan layanan gudang-gudang Pelindo untuk kegiatan konsolidasi barang eksport/ import maupun sebagai buffer inventory. Pengguna jasa tak perlu lagi membangun gudang sendiri.

"Mereka mendapatkan layanan yang lebih efisien, visibilitas proses (Tracking) , ditambah dengan lokasi gudang yang berada di wilayah atau dekat dengan pelabuhan," jelasnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT