Cara Buka Franchise Ayam Bakar Pak 'D', Modalnya Rp 10 Juta

ADVERTISEMENT

Cara Buka Franchise Ayam Bakar Pak 'D', Modalnya Rp 10 Juta

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Sabtu, 19 Nov 2022 20:37 WIB
Resep Bumbu Ayam Bakar
Ilustrasi Ayam Bakar/Foto: iStock
Jakarta -

Berbisnis dengan skema waralaba atau franchise menjadi pilihan menarik bagi masyarakat tanpa perlu membangun merek baru dari nol. Salah satu yang paling banyak digandrungi ialah franchise di sektor food and beverage (F&B).

Besaran biaya investasinya pun bervariasi. Tapi, pernahkah kamu mendengar franchise makanan yang hanya butuh modal lisensi Rp 10 juta?

Penawaran ini berasal dari merek asal Jawa Timur, Ayam Bakar Pak 'D' yang berdirisejak 2008. Hanya dengan Rp 10 juta, kamu bisa mendapat tipe kerja sama license only dari harga aslinya Rp 100 juta. Promo ini hanya berlaku selama Pameran Franchise License Expo Indonesia (FLEI) XIX di Jakarta Convention Center (JCC) 18-22 November 2022.

Marketing Ayam Bakar Pak 'D', Karismawan mengatakan, diskon ini ditujukan untuk para mitra area Jakarta, yang sudah memiliki tempat dan lokasi usaha. Biaya ini juga sudah termasuk lisensi merek untuk selamanya atau dengan kata lain hanya satu kali bayar.

"Kalau dia sudah punya tempat dan lokasi, dia bisa beli license only. Jadi nanti ini termasuk pendampingan proses developnya, pelatihannya kita bikin juga," katanya saat ditemui detikcom di JCC, Jakarta, Jumat (18/11/2022).

Karismawan pun menunjukkan estimasi biaya setup gerai secara keseluruhan. Untuk mini ruko di ukuran 25-80 meter persegi, totalnya sekitar Rp 100 juta. Sementara untuk restoran di atas 100 meter persegi biayanya di kisaran Rp 150-200 juta.

Ia menjelaskan, biaya setup merupakan estimasi awalan sampai opening untuk biaya bahan baku, operasional, dan sebagainya.

"Atau untuk orang-orang yang nggak pengen ribet, kita ada dua pilihan. Ada yang autopilot store, sama yang invest existing store. Kalau Autopilot ini dia yang membangun dan develop, kita yang operate. Jadi nggak perlu repot-repot cari crew dan lain sebagainya," jelasnya.

Tipe Autopilot atau paket lengkap ini dibanderol dengan harga kisaran Rp 200-250 juta (belum termasuk sewa lahan) dan Rp 300-400 juta (sudah termasuk sewa lahan). Angka tersebut juga sudah termasuk bahan baku awal, seluruh peralatan dan setup, serta tim operasional.

Sementara untuk tipe invest existing store, khusus untuk di Surabaya. Sistemnya seperti investasi kepada toko yang sudah ada, dengan kisaran harga di Rp 350-600 juta.

"Berapa jumlah invesnya tergantung dari outletnya. Untuk bagi hasilnya, sebelum BEP 100% keuntungan semua untuk mitra. nanti setelah BEP baru ada pembagian, 25:75," kata Karismawan.

Mengenai perihal omset, Karismawan menyebut, estimasinya berada di angka Rp 100 juta per bulan. Untuk jumlah sales per porsi per harinya, ia mengambil permisalan dari gerai di Surabaya.

"Kita sehari itu di luar weekend bisa sampai di atas Rp 100-150 porsi. Belum termasuk kalau ada ricebox acara, kadang sehari bisa sampai ribuan porsi.

Sedangkan untuk estimasi balik modalnya atau break event point (BEP),lanjutnya, perkiraan waktunya rata-rata 18 bulan. Namun ia juga menekankan, semua itu tergantung dengan kondisi lapang, waktu BEP bisa lebih cepat, bahkan yang terlama bisa sampai 2 tahun.

Mitra juga akan dibebankan royalty fee sebesar 3% dari omset bulanan untuk tipe license only. Sedangkan untuk tipe yang autopilot, menggunakan sistem bagi hasil 60:40. Sementara itu, meski pembelian lisensi ini bersifat lifetime atau berlaku selamanya, Karismawan menekankan, ada beberapa catatan yang harus dipatuhi seperti membeli bahan baku harus tetap dari pusat. Dengan kata lain, sistemnya semi-semi fastfood dalam produk ayam bakar.

"Karena kan kita menjaga rasa, menjaga kualitas, jadi semua bahan baku kita kirim dari Surabaya. Dengan kondisi sudah berbumbu, kemudian kualitasnya juga kita sesuaikan dengan standarnya," lanjut Karismawan.

Rata-rata harga jual produk ayam bakarnya di Surabaya berkisar Rp 14 ribu. Karismawan mengatakan, nantinya gerai di Jakarta bisa diperbolehkan menyesuaikan sendiri harga jual produknya mengingat ada tambahan biaya logistik serta penyesuaian pasar.

(fdl/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT