Salah Urus Jadi Biang Kerok Banyak 'Raksasa' PHK Besar-besaran?

ADVERTISEMENT

Salah Urus Jadi Biang Kerok Banyak 'Raksasa' PHK Besar-besaran?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 22 Nov 2022 12:38 WIB
Ilustrasi PHK
Foto: Ilustrasi PHK (Tim Infografis: Zaki Alfarabi)
Jakarta -

Pemutusan hubungan kerja (PHK) massal melanda perusahaan rintisan atau startup 'raksasa' di Tanah Air. Yang teranyar, PHK besar-besaran melanda Shopee, GoTo, hingga Ruangguru.

Pakar Bisnis Rhenald Kasali menepis jika PHK massal ini karena resesi. Sebab, jika resesi maka tidak ada uang yang mengalir.

"Kalau resesi terjadi penurunan dan kemudian turun terus. Ternyata setelah mereka lakukan pemangkasan karyawan struktur gaji turun, cost turun, harga sahamnya naik. Berarti orang kembali beli saham berarti kan uang ada," katanya dalam Podcast Tolak Miskin detikcom, Selasa (22/11/2022).

"Jadi pasti itu bukan karena resesi, kalau resesi nggak ada uangnya dan orang menghindari itu semua," tambahnya.

Dia menerangkan, pada laporan keuangan kuartal I 2022 GoTo beban gajinya mencapai Rp 3,5 triliun. Sementara, pendapatannya hanya sebesar Rp 1,49 triliun.

"Perusahaan mana yang bisa survive kalau gaya manajemennya kayak begini. Artinya itu kan salah urus. Kenapa anda biarkan merekrut orang-orang dengan gaya hidup Google atau Facebook," ujarnya.

Hal itu pun berlanjut hingga semester I 2022. Beban gaji GoTo tercatat sebesar Rp 7,4 triliun, sementara pendapatannya hanya Rp 3,4 triliun.

"Berarti kan memang harus di-cutting cost karena beban biayanya terlalu besar," terangnya.

Rhenald menyampaikan, hal serupa juga terjadi pada Ruangguru. Apalagi, topik yang diajarkan Ruangguru bisa didapatkan dengan mudah di platform lain dengan cuma-cuma.

"Sekarang saya lihat topik-topik yang diajarkan, buat apa kita bayar Rp 500 ribu atau Rp 900 ribu tutorial makeup," terangnya.

(acd/eds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT