Kena PHK Elon Musk, Karyawan Twitter Jadi Rebutan Perusahaan Teknologi

ADVERTISEMENT

Kena PHK Elon Musk, Karyawan Twitter Jadi Rebutan Perusahaan Teknologi

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Rabu, 23 Nov 2022 08:08 WIB
Dunia Hari Ini: Selesaikan Pembelian Twitter, Elon Musk Langsung Pecat Beberapa Petingginya
Foto: ABC Australia
Jakarta -

Para perusahaan teknologi mencoba memikat ribuan mantan karyawan Twitter yang baru saja terkena dampak pemutusan hubungan kerja (PHK), pasca diakuisisi Elon Musk.

Tidak lama setelah menjadi pemilik baru Twitter, Elon Musk tidak segan memecat jajaran eksekutif perusahaan dan memangkas 50% karyawannya atau sekitar 3.700.

Peristiwa tersebut pun memberikan peluang bagi perusahaan teknologi lainnya, yang memburu para mantan karyawan perusahaan berlogo burung biru itu karena mengincar talenta teknis.

Sebut saja salah satunya perusahaan perangkat lunak asal Amerika Serikat (AS), Hubspot. Chief People Officer Hubspot, Katie Burke, membuka lowongan lewat unggahan di LinkedIn, sembari mengecam aksi pemecatan yang dilakukan oleh Musk.

"Sebagai seorang pemimpin, dikritik adalah bagian dari pekerjaan Anda," tulis Burke, dikutip dari Reuters, Rabu (23/11/2022).

"Pemimpin hebat mengakui debat dan ketidaksepakatan membuat Anda lebih baik dan merupakan bagian dari proses. Jika Anda menginginkan tempat di mana Anda dapat tidak setuju (tentu saja dengan cara yang baik dan jelas) dengan orang-orang, HubSpot membuka lowongan," sambungnya.

Hingga Senin malam kemarin, postingan Burke telah mendapatkan lebih dari 35.000 reaksi positif di LinkedIn.

Serupa dengan Hubspot, startup perangkat lunak, CoderPad, turut membuka lowongan. Namun kali ini, lowongan dibuka lewat penerbitan surat terbuka untuk para pengguna Twitter.

"Di CoderPad, kami yakin keahlian Anda menunjukkan segalanya. Bukan di mana Anda duduk. Tidak, jika Anda tidur di tempat kerja. Tidak bekerja 7 hari seminggu selama 18 jam sehari," ujar CEO CoderPad, Amanda Richardson, dalam surat terbuka tersebut.

Selanjutnya, CEO perusahaan cloud dan perangkat lunak AS Calix, Michael Weening, menggambarkan peristiwa di Twitter cukup mengganggu. Ia juga berjanji kepada karyawan baru bahwa mereka akan menikmati budaya perusahaan yang berbeda sebagai anggota timnya, melalui postingan serupa di Linkedin .

"Dari sudut pandang kami, ini adalah peluang besar, karena orang-orang yang sebelumnya tidak mau berbicara dengan kami kecewa dan melihat," kata Weening.

"Budaya beracun membuat orang berkata, 'tidak lagi'," sambungnya.

PHK massal dan pengunduran diri di Twitter memicu kekhawatiran bahwa perusahaan tersebut akan memecat staf vitalnya, serta kekhawatiran kalau Twitter sebagai 'alun-alun media sosial' akan menghadapi masalah teknis.

Sebuah laporan baru-baru ini dari firma analisis pasar, Gartner, menemukan, tingkat peralihan yang tinggi dan serentetan upaya digitalisasi di seluruh bisnis dan pemerintah telah menciptakan pasar 'hiper-kompetitif' dalam memperebutkan talenta teknis.

Di sisi lain, perusahaan teknologi besar AS lainnya termasuk Meta dan Amazon juga telah memberhentikan ribuan staf dalam beberapa minggu terakhir karena lingkungan ekonomi yang tidak menentu.



Simak Video "Karyawan Terdampak PHK Gugat Twitter"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT