Buwas hingga Pejabat Kementan Dicecar DPR soal Stok dan Impor Beras

ADVERTISEMENT

Buwas hingga Pejabat Kementan Dicecar DPR soal Stok dan Impor Beras

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 23 Nov 2022 13:12 WIB
Detikcom Blak-blakan bersama Kepala Bulog Budi Waseso di Jakarta, Selasa (21/5/2019).
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Kementerian Pertanian hingga Perum Bulog menghadiri rapat dengar pendapat dengan Komisi IV DPR RI. Dalam kesempatan itu, anggota komisi IV mempertanyakan bagaimana kejelasan stok beras hingga rencana impor beras yang belakangan ini ramai.

Hal ini pertama disampaikan oleh anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Sutrisno. Ia mengatakan berkaitan dengan beras jangan hanya mengandalkan data dari dinas pertanian.

"Beras ini mutlak koordinasi Kementan dengan otonomi daerah, mereka yang punya data. Jangan percaya hanya data dinas pertanian," ujarnya dalam rapat dengan Kementan, Kepala BPN, Dirut Bulog, hingga Badan Pangan Nasional, Rabu (23/11/2022).

Ia berharap Kementan mendata stok beras yang pasti untuk memastikan kecukupan. Kemudian, Kementan juga diminta untuk menekan adanya dugaan ekspor beras gelap.

Kemudian, ia mengomentari rencana Bulog yang telah menyimpan stok beras di luar negeri sebanyak 500 ribu ton. Menurutnya, tidak perlu Bulog mempersiapkan itu karena produksi dan stok beras di dalam negeri seharusnya mencukupi untuk diserap Bulog.

"Untuk pak Bulog rencana punya beras 500 ribu ton disimpan di luar negeri ini sudah dikritisi oleh petani. Bulog sulit melakukan penyerapan CBP. Sebenarnya sudah ada 11 provinsi untuk menyerap CBP jadi objek kita untuk menyerap kita tidak perlu impor, dan sebenarnya, Januari dan Februari sudah panen raya," lanjutnya.

Rapat kali ini dihadiri jajaran Kementan seperti Sekretaris Jenderal, Kasdi Subagyono, Direktur Jenderal Perkebunan, Direktur Jenderal Hortikutura, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Direktur Jenderal Perkebunan, dan Direktur Jenderal Pertenakan dan Kesehatan Hewan.

Hadir juga Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso, Kepala Badan Pangan Prasetyo, Direktur Utama Holding BUMN Pangan atau ID Food, Frans Marganda.

Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera H Slamet meminta data stok beras kepada Kementan, ID Food, Badan Pangan Nasional, dan Perum Bulog. Ia mengatakan jika ada selisih sebaiknya dapat segera diluruskan,

"Stok beras ini simpang siur, saya minta Badan Pangan, ID Food, dan Bulog. Saya ingin mendapatkan dari masing-masing di forum ini. Kalau ada selisih-selisih, selisihnya di mana kita luruskan masing-masing. Mimpin yang membuat kebijakan ada di sini semua," tuturnya.

Sebagai informasi, stok beras disebut-sebut menipis dan menyebabkan kenaikan harga komoditas tersebut. Saat ini data cadangan beras pemerintah (CBP) bahkan menipis tidak sampai 1,2 juta ton yang seharusnya ada.

Perum Bulog pernah merilis jumlah stok beras yang dikuasai Bulog saat ini sebanyak 625 ribu ton beras di dalam negeri. Meski begitu, Bulog pastikan stok beras saat ini cukup untuk 6 bulan ke depan.

Data dari Kementan, saat ini cadangan beras nasional di Indonesia sampai Desember ada 8 juta ton. Total stok beras di penggilingan dan pedagang secara nasional saat ini mencapai 1,88 juta ton.

Lihat juga video 'Raibnya 500 Ton Beras di Gudang Bulog Pinrang Diusut!':

[Gambas:Video 20detik]



(ada/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT