Ini Untung Rugi Perang Rusia-Ukraina ke Ekonomi RI

ADVERTISEMENT

Ini Untung Rugi Perang Rusia-Ukraina ke Ekonomi RI

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 24 Nov 2022 11:34 WIB
Serangan roket Rusia menghantam bangsal bersalin rumah sakit di wilayah Zaporizhzhia, Ukraina, Rabu (23/11) waktu setempat. Seorang bayi yang baru lahir dilaporkan tewas.
Puing-puing rumah sakit di Ukraina hancur karena perang/Foto: AP Photo/Kateryna Klochko
Nusa Dua -

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto bicara soal dampak perang Rusia-Ukraina terhadap Indonesia. Airlangga menyatakan Indonesia mendapat dampak buruk sekaligus untung yang didapatkan dari kondisi geopolitik saat perang berkecamuk.

Di tengah situasi geopolitik tak menentu di tengah perang Rusia dan Ukraina Airlangga menyatakan krisis energi telah terjadi secara global. Imbasnya adalah kenaikan harga energi, termasuk minyak bumi yang banyak diimpor Indonesia. Alhasil kenaikan harga BBM di tingkat masyarakat tak terelakkan.

"Hal ini dilihat dari tingginya harga energi. Termasuk harga BBM di Indonesia," sebut Airlangga dalam International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas 2022 (IOG 2022) di Nusa Dua, Bali, Kamis (24/11/2022).

Kenaikan harga BBM, menurutnya berpengaruh kepada tingkat inflasi di Indonesia yang kembali meningkat. Di kuartal III ketika harga BBM subsidi mengalami kenaikan inflasi meroket ke angka 5,9% di bulan Agustus. Tapi, saat ini sudah turun ke angka 5,7% per bulan Oktober.

Airlangga juga bilang, kondisi perekonomian masih punya berbagai tantangan. Dia menyebutkan perfect storm sedang terjadi. "COVID-19 juga belum selesai sekarang ada terkait perang, tentu ini berpengaruh," sebutnya.

Untungnya Perang Bagi RI
Meski begitu, Indonesia juga mendapatkan keuntungan di tengah kondisi geopolitik yang tak menentu, khususnya setelah perang Rusia dan Ukraina. Hal tersebut adalah naiknya harga komoditas mineral yang banyak diekspor dari Indonesia.

Hal tersebut membuat beberapa pertumbuhan ekonomi secara regional mengalami kenaikan. Misalnya di Sulawesi, Maluku, hingga Papua. Daerah-daerah tersebut banyak sekali melakukan ekspor mineral tambang.

"Secara spasial di wilayah Indonesia pertumbuhan membaik. Tertinggi ada di Sulawesi mencapai 8,25%, kemudian Maluku-Papua 7,51%. Tentu semua ini didorong oleh harga mineral yang tinggi," sebut Airlangga.

Secara makro, pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi Airlangga mencapai 5,7% di kuartal III 2022. Padahal lembaga internasional macam IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi global menurun. Di tahun 2022 prediksi IMF pertumbuhan ekonomi di angka 3,2%, di tahun 2023 menurun jadi 2,7%.

"Berdasarkan hal itu Indonesia menjadi negara yang jadi the bright spot. Jadi, masyarakat di level Asean relatif lebih resilien soal tantangan ekonomi," ungkap Airlangga.



Simak Video "Perintah Putin Mobilisasi 300 Ribu Militer ke Ukraina!"
[Gambas:Video 20detik]
(hal/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT