Demo Buruh Pabrik iPhone Rusuh, China Lockdown Kota Zhengzhou

ADVERTISEMENT

Demo Buruh Pabrik iPhone Rusuh, China Lockdown Kota Zhengzhou

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 24 Nov 2022 22:30 WIB
FILE PHOTO: An attendee uses a new iPhone X during a presentation for the media in Beijing, China October 31, 2017. REUTERS/Thomas Peter/File Photo
Ilustrasi iPhone (Foto: Thomas Peter/Reuters)
Jakarta -

Pemerintah China memutuskan melakukan penguncian atau lockdown untuk kota Zhengzhou. Hal ini dilakukan sebagai buntut buruh pabrik iPhone di kota itu melakukan demo hingga membuat kerusuhan.

Kerusuhan itu terjadi karena buruh pabrik iPhone memprotes, mereka masih harus bekerja di tengah tingginya kasus COVID-19 di pabrik tersebut. Buruh diketahui bekerja bahkan tidak dengan protokol kesehatan yang seharusnya.

Lockdown dilakukan dengan berbagai syarat untuk penduduk kota Zhenghzhou yang hendak keluar kota. Syaratnya untuk ke luar koya harus melakukan test COVID-19. Selain itu juga harus ada izin dari pihak berwenang

"Dan disarankan untuk tidak meninggalkan rumah mereka kecuali diperlukan," kata pemerintah kota, dikutip dari CNA, Kamis (24/11/2022).

Lockdown akan berlangsung lima hari sejak Jumat tengah malam ini. Dengan begitu, kebijakan itu akan mengunci kurang lebih 6 juta populasi di kota tersebut.

Surat imbauan pemerintah yang dikeluarkan Rabu malam (23/11) itu juga mewajibkan warga di delapan kabupaten untuk melakukan tes asam nukleat setiap hari selama periode lima hari tersebut.

Sebagai informasi, pabrik iPhone yang berada di Zhenghzhou milik raksasa teknologi Taiwan Foxconn. Kerja dari pabrik tersebut diketahui berada di bawah pembatasan COVID-19 selama lebih dari sebulan di tengah meningkatnya kasus COVID-19.

Pemerintah Zhengzhou pada Rabu mengatakan wabah di kota itu masih parah. Kasus di Zhengzhou pada hari Kamis mencatat 675 kasus baru. Sementara, penghitungan harian kasus COVID-19 di China mencapai rekor tertinggi pada hari Kamis, yaitu 31.454.

(ada/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT