Aksi Protes Pecah di Pabrik iPhone Terbesar Dunia, Ini Biang Keroknya

ADVERTISEMENT

Aksi Protes Pecah di Pabrik iPhone Terbesar Dunia, Ini Biang Keroknya

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 24 Nov 2022 09:54 WIB
Suasana pabrik Foxconn
Ilustrasi Pabrik Foxconn/Foto: doc. Scmp
Jakarta -

Aksi protes para pekerja terjadi di pabrik iPhone terbesar di dunia, Kota Zhengzhou, China. Video aksi protes ini beredar luas di jagat maya.

Dikutip dari BBC, Kamis (24/11/2022), dalam video yang beredar terlihat ratusan pekerja berbaris dan dihadang oleh aparat keamanan. Mereka yang menyiarkan aksi protes itu mengatakan, para pekerja dipukuli polisi.

Foxconn menyatakan, pihaknya akan bekerja dengan staf dan pemerintah daerah untuk mencegah kekerasan lebih lanjut. Dalam pernyataannya, perusahaan mengatakan beberapa pekerja memiliki ragu tentang pembayaran, tetapi perusahaan akan memenuhi pembayaran berdasarkan kontrak. Perusahaan juga menepis rumor bahwa pekerja rekrutmen baru diminta berbagi asrama dengan pekerja yang positif COVID-19.

"Asrama didisinfeksi dan diperiksa oleh pejabat setempat sebelum orang baru pindah," bunyi pernyataan Foxconn.

Bulan lalu, meningkatnya kasus COVID-19 membuat lokasi lockdown yang mendorong beberapa pekerja untuk keluar dan pulang. Perusahaan kemudian merekrut pekerja baru dengan janji bonus besar.

Sementara, dalam video yang beredar pada pekerja yang protes berteriak meminta agar perusahaan mempertahankan hak pekerja.

"Mereka mengubah kontrak sehingga kami tidak bisa mendapatkan subsidi seperti yang mereka janjikan. Mereka mengkarantina kami tetapi tidak menyediakan makanan," kata salah satu pekerja Foxconn.

"Jika mereka tidak memenuhi kebutuhan kami, kami akan terus berjuang," lanjutnya.

Seorang karyawan yang baru-baru ini mulai bekerja di pabrik iPhone Zhengzhou juga mengatakan bahwa para pekerja memprotes karena Foxconn telah mengubah kontrak yang mereka janjikan. Dia mengatakan beberapa pekerja yang baru direkrut takut tertular COVID dari staf yang pernah berada di sana selama wabah sebelumnya.

"Para pekerja yang memprotes ingin mendapatkan subsidi dan pulang ke rumah," katanya.

Foxconn, sebuah perusahaan Taiwan, adalah subkontraktor utama Apple dan pabriknya di Zhengzhou merakit lebih banyak iPhone daripada di tempat lain di dunia. Pada akhir Oktober banyak pekerja meninggalkan pabrik di tengah meningkatnya kasus COVID-19 dan tuduhan perlakuan buruk terhadap staf.

Lihat juga Video: China Kirim Astronaut Generasi Ketiga pada Tahun 2023

[Gambas:Video 20detik]




(acd/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT