1.270 Pekerja di Singapura Kena PHK Gegara Sektor Teknologi Babak Belur

ADVERTISEMENT

1.270 Pekerja di Singapura Kena PHK Gegara Sektor Teknologi Babak Belur

Aulia Damayanti - detikFinance
Senin, 28 Nov 2022 16:45 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Badai pemutusan hubungan kerja (PHK) tidak hanya terjadi di Indonesia. Negara tetangga seperti Singapura juga mengalami hal yang sama.

Menteri Tenaga Kerja Singapura Tan See Leng mengatakan setidaknya sudah 1.270 pekerja yang terkena PHK di industri teknologi Singapura. Jumlah itu total dari PHK yang terjadi sejak Juli hingga November 2022 ini.

Pekerja yang terdampak tersebut divisinya mulai dari penjualan, pemasaran, dan fungsi perusahaan. Sekitar tujuh dari 10 orang berusia 35 tahun ke bawah.

Meski begitu, Tan mengklaim bahwa jumlah PHK disebut relatif rendah. Untuk sektor teknologi sendiri yang mengalami badai PHK, disebut telah mempekerjakan 136.100 orang per Juni.

Dia menambahkan, angka tersebut terus meningkat selama lima tahun terakhir dengan rata-rata 8.100 pekerja residen per tahun sejak Juni 2017.

"Sebagai perbandingan, jumlah PHK selama lima tahun terakhir relatif rendah, rata-rata 790 pekerja residen per tahun. Berdasarkan data pasar tenaga kerja yang tersedia, 260 penduduk di-PHK pada paruh pertama tahun ini, dibandingkan dengan peningkatan 7.000 penduduk yang bekerja di sektor ini," kata Tan, dikutip dari CNA, Senin (28/11/2022)

Tan menambahkan, menurutnya sejumlah pekerja yang sebelumnya terdampak PHK sudah mulai mendapatkan pekerjaan baru. Pada kuartal kedua tahun ini, tingkat pekerja yang diterima kerja lagi lebih tinggi daripada sebelumnya.

"Hal ini menunjukkan bahwa pekerja non-teknis yang di-PHK juga menemukan kesempatan kerja di sektor I&C dan ekonomi yang lebih besar," ujar Tan.

Dia menambahkan, lowongan kerja di sektor tersebut juga terus meningkat pada paruh pertama tahun ini, dari 11.100 pada Desember 2021 menjadi 12.100 pada Juni 2022.

"Selain itu, sektor lain seperti layanan keuangan, termasuk bank lokal, juga membuka lowongan untuk peran teknologi. Secara keseluruhan, ini mencerminkan bahwa ada daya serap yang kuat di seluruh ekonomi yang lebih besar dan peluang bagi pekerja yang terkena dampak untuk mengisi peran sesuai permintaan," pungkasnya.

(ada/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT