Zulhas Prediksi Transaksi Ekonomi Digital Tembus Rp 2.041 T di 2025

ADVERTISEMENT

Zulhas Prediksi Transaksi Ekonomi Digital Tembus Rp 2.041 T di 2025

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 30 Nov 2022 06:30 WIB
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas)
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas)/Foto: Dok. Kemendag
Jakarta -

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) memperkirakan transaksi ekonomi digital mencapai US$ 130 miliar atau Rp 2.041 triliun (kurs Rp 15.700) pada 2025. Pasalnya dalam lima tahun terakhir, ekonomi digital menunjukkan potensi yang besar.

"Ekonomi digital Indonesia diprediksi akan mencapai akumulasi nilai pembelian atau GMV senilai US$ 77 miliar pada tahun 2022, setelah tumbuh sebesar 22% selama setahun terakhir. Hingga tahun 2025, ekonomi digital diproyeksikan mencapai US$ 130 miliar, dan diperkirakan akan tumbuh lebih dari tiga kali lipat di kisaran US$ 220-360 miliar pada tahun 2030," kata Zulhas dalam sambutannya di acara Indonesia Digital Economy Conference, Selasa (29/11/2022).

Zulhas melanjutkan, pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia dari sisi perdagangan terlihat dari pertumbuhan toko online atau e-commerce yang signifikan. Masyarakat dinilai semakin gemar belanja online.

Dalam paparannya, Zulhas menyebut transaksi toko online pada semester I-2022 meningkat 22,1% mencapai Rp 227,8 triliun. Kemudian secara volume juga naik 39,9% menjadi 1,74 juta transaksi.

"Transaksi Uang Elektronik (UE) juga tumbuh sebesar 40,6% dari tahun ke tahun mencapai Rp 185,7 triliun," ujarnya.

Zulhas melanjutkan, tingginya potensi ekonomi digital tidak terlepas dari penetrasi internet di Indonesia. Sebanyak 202,6 juta penduduk Indonesia bisa mengakses internet.

"Harapannya, perdagangan digital juga akan memperbaiki pertumbuhan ekonomi Indonesia, misalnya melalui peningkatan efisiensi sektor logistik dan industri," tuturnya.

Zulhas mengatakan, agar manfaat ekonomi digital bisa dinikmati seluruh masyarakat Indonesia, dibutuhkan beberapa syarat seperti SDM berkeahlian tinggi, infrastruktur digital yang merata, iklim usaha yang mendukung startup, dan regulasi yang dinamis.

"Dalam hal ini Pemerintah berperan dalam menyediakan regulasi yang jelas, tegas, namun bersifat business friendly dan tidak menjadi beban biaya tinggi bagi pelaku usaha," katanya.

Simak juga Video: Terjadi Badai PHK di Sektor Ekonomi Digital, Ini Respons Sandiaga Uno

[Gambas:Video 20detik]




(acd/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT