Simak! Jokowi Buka-bukaan 5 Senjata RI Jadi Negara Maju

ADVERTISEMENT

Simak! Jokowi Buka-bukaan 5 Senjata RI Jadi Negara Maju

Ilyas Fadilah - detikFinance
Jumat, 02 Des 2022 16:53 WIB
Wawancara presiden Jokowidodo di Istana Bogor, Kamis (12/10/2017)
Presiden Joko Widodo (Jokowi)/Foto: Dikhy Sasra
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, Indonesia memiliki potensi dan kekuatan besar yang tidak dimiliki negara lain. Potensi dan kekuatan besar ini akan membantu Indonesia menjadi negara maju, dan mewujudkan Indonesia emas pada 2045.

Menurut Jokowi, ada lima hal yang akan membantu Indonesia jadi negara maju. Yang pertama adalah jumlah populasi yang mencapai 278 juta penduduk.

"Lihat kekuatan kita. Kita ini populasi nomor 4 di dunia, 278 juta orang. Ini adalah pasar besar kalau bicara kita sendiri, Indonesia. Masuk kanan kiri kita ada ASEAN, 600 juta. Ini pasar sangat besar sekali," ungkapnya dalam Rapimnas KADIN 2022 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Jumat (2/12/2022).

Namun, kekuatan ini justru sering dilupakan. Hal ini membuat pasar Indonesia dimasuki oleh negara lain.

"Ini pasar sangat besar sekali. Ini kekuatan yang sering kita lihat, kita lupakan, sehingga pasar kita dimasuki negara lain. Pasar kita harus kita lindungi agar bisa kita pakai untuk melompat maju," ujar Jokowi.

Modal kedua yang membantu Indonesia jadi negara maju adalah faktor geografis. Indonesia berlokasi di jalur perdagangan dunia. Menurut Jokowi faktor inilah yang akan menguntungkan produk-produk Indonesia.

Ketiga adalah sumber daya alam (SDA). Indonesia diberkahi SDA untuk mendorong perekonomian.

Keempat adalah sumber daya manusia (SDM) dan bonus demografi. Pada 2030, Indonesia diprediksi memiliki tenaga kerja produktif hingga 201 juta yang bisa dimanfaatkan untuk memajukan Indonesia.

Faktor kelima adalah kepercayaan dari dunia internasional. Menurut Jokowi Indonesia sedang berada pada kepemimpinan puncak global dari sisi ekonomi karena kepercayaan yang baru didapatkan.

"Dan kita nggak sadar bahwa kita sedang berada pada kepemimpinan puncak global dari sisi ekonomi. Trust-nya itu baru kita dapat, ini jangan dilewatkan," pungkasnya.

(ara/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT