Kebijakan Ekonomi RI Tak Bisa Dipengaruhi Asing, Ini Alasannya

ADVERTISEMENT

Kebijakan Ekonomi RI Tak Bisa Dipengaruhi Asing, Ini Alasannya

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 05 Des 2022 16:51 WIB
BPS telah resmi mengumumkan data pertumbuhan ekonomi di kuartal III-2021. Pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 3,51% secara year on year (yoy).
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Indonesia telah sukses menyelenggarakan Presidensi G20 2022. Suksesnya agenda internasional ini menjadi momentum pemerintah untuk meningkatkan posisi tawar Indonesia di mata dunia.

Karena itu, Indonesia harus mampu menjadi negara yang mempertahankan kedaulatan ekonomi. Dalam hasil 'Survei Nasional: Persepsi Masyarakat terhadap Pancasila' yang disusun oleh Pusat Kajian (Puska) Hukum dan Pancasila Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH-UI).

Hasil survei menunjukkan bahwa 90% masyarakat Indonesia menolak adanya intervensi asing terhadap kebijakan-kebijakan nasional. Mereka menilai Indonesia harus berdaulat dan mengutamakan kepentingan rakyat.

Salah satu peneliti Puska Hukum dan Pancasila serta Dosen Tetap FH-UI Kris Wijoyo Soepandji menjelaskan survei ini dilakukan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap Pancasila yang dilakukan melalui jajak pendapat secara daring terhadap 1.000 responden.

"Dari survei ditemukan bahwa 62% responden menganggap bahwa pemerintah masih berpegang dari Pancasila sebagai dasar pembuatan kebijakan, terutama dalam hal pengelolaan sumber daya alam, meskipun hampir 40% sisanya mulai goyah. Namun, 90% responden menolak adanya intervensi terhadap kebijakan pemerintah di Indonesia," kata dia, ditulis Senin (5/12/2022).

Dia mengungkapkan bahwa Pancasila Indonesia punya posisi tawar yang besar dalam ekonomi global. Ini terbukti dari 98% responden survei yang menganggap Pancasila masih sangat relevan sebagai pedoman dalam menjalin hubungan dengan negara lain.

Bersambung ke halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT