Disebut Mematikan, Begini Sejarah Tol Cipali

ADVERTISEMENT

Disebut Mematikan, Begini Sejarah Tol Cipali

Tim detikcom - detikFinance
Senin, 05 Des 2022 17:00 WIB
Mudik Via Tol Cipali
Tol Cipali/Foto: Dwiky Maulana Vellayati
Jakarta -

Tol Cipali disebut sebagai jalan tol yang banyak menelan korban jiwa. Hal ini dikarenakan banyaknya jumlah kecelakaan maut sering kali terjadi di sepanjang jalan tol tersebut.

Saking seringnya memakan korban, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Hendro Sugiatno membeberkan bahwa Tol Cipali merupakan salah satu yang angka fatalitasnya paling tinggi di dunia.

"Kecelakaan di jalan tol itu makin terus meningkat. Jalan tol Cipali adalah jalan tol yang nomor satu di dunia itu menjadi jalan tol yang fatalitas kecelakaannya paling tinggi," kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Hendro Sugiatno.

Dalam data yang dimiliki Kemenhub, di Tol Cipali rata-rata ada 1 korban jiwa per kilometer. "itu perhitungan-hitungannya 1 km berapa korban itu, ada hitung-hitungannya," tambahnya lagi.

Padahal pihak operator jalan tol sendiri sudah melakukan beragam upaya untuk menekan angka kecelakaan di Tol Cipali. Namun pada kenyataannya, ruas tol yang menghubungkan Cikopo dengan Palimanan masih terus memakan korban.

Dilansir dari situs resmi LMS (lintasmarga.com), Tol Cipali pertama kali dibangun pada tahun 2006 dan diresmikan pada 13 Juni 2015. PT Lintas Marga Sedaya merupakan perusahaan yang memegang konsesi Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) di Provinsi Jawa Barat.

Tol Cipali diketahui memiliki panjang 116,75 kilometer. Dibangunnya Tol Cipali mampu memangkas rute dari Cikampek menuju Palimanan hingga 40 kilometer dibanding ketika melintasi jalur pantai utara (Pantura).

Tol Cipali terbentang dari Cikopo KM 72 sampai dengan Palimanan KM 188 dengan melewati lima kabupaten yakni Purwakarta, Subang, Indramayu, Majalengka dan berakhir di Kabupaten Cirebon.

Dengan panjang 116,75 kilometer, Tol Cipali memiliki enam gerbang tol yakni gerbang tol Kalijati, Subang, Cikedung, Kertajati, Sumberjaya dan Palimanan dengan total jumlah gardu mencapai 44 unit ditambah enam interchange dan 99 unit jembatan.

Pada layanan lalu lintas, ASTRA Tol Cipali memiliki 12 unit Patroli, 12 unit Derek, dan 12 unit kendaraan Rescue. Pada layanan informasi ASTRA Tol Cipali memiliki 9 unit Variable Message Sign (VMS), 47 kamera pantau CCTV. Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP/ Rest Area)

Simak Video 'Jalan Tol dengan Fatalitas Kecelakaan Tertinggi di Dunia Ada di Indonesia':

[Gambas:Video 20detik]



(fdl/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT