Ekonomi China Lagi 'Gelap', RI Pilih Ekspor ke India

ADVERTISEMENT

Ekonomi China Lagi 'Gelap', RI Pilih Ekspor ke India

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 06 Des 2022 11:43 WIB
Pemerintah China mengumumkan bahwa negaranya melakukan lockdown kembali untuk mencegah wabah COVID-19. Hal itu mengkibatkan sejumlah pusat bisnis ditutup dan sepi.
Ekonomi China yang masih dirundung awan gelap akibat pandemi COVID-19 yang tak berkesudahan (Foto: Getty Images/Kevin Frayer
Nusa Dua -

Hubungan Indonesia dan China terbilang 'mesra' baik untuk perdagangan maupun investasi. Saling bergantungnya kedua negara membuat Indonesia bisa terkena imbas perlambatan ekonomi negeri Tirai Bambu tersebut.

"China adalah trading partner utama kita dan sangat-sangat penting. China sudah bergerak dari 10 tahun pertumbuhan yang tinggi sekali, sekarang diwarnai kebijakan 0 COVID, kita lihat juga di China sendiri terjadi dinamika yang perlu kita perhatikan," kata Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara di Hilton Bali, Nusa Dua, Selasa (6/12/2022).

Terpisah, Plt Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro (PKEM) Abdurohman mengatakan India mulai menggantikan China sebagai negara dengan pertumbuhan ekspor tertinggi dari Indonesia.

"(Ekspor) komposisi sekarang kan itu ada fenomena shifting. China masih tetap tinggi tumbuhnya meski melambat dari tahun lalu, tapi masih di atas 20% pertumbuhan ke China. India itu 83% selama 10 bulan pertama ini," kata Abdurohman.

Ekspor Indonesia ke India, Korea Selatan, Jepang, dan Singapura diprediksi akan tumbuh sangat tinggi dibandingkan tahun lalu. Komoditas ekspornya mulai dari crude palm oil (CPO) hingga fuel.

"(Ekspor ketolong sama India) salah satunya iya, ekspornya memang seperti itu. Jadi Korea, Jepang, India dan Singapura. Itu empat negara yang pertumbuhan ekspornya jauh lebih tinggi dibanding tahun lalu," tandasnya.

Sebagai informasi, perekonomian China diperkirakan akan mencatat kinerja terburuk dalam hampir 5 dekade terakhir. Penyebabnya datang dari dalam dan luar negeri.

Lihat juga video 'Momen Warga China Dorong-dorongan dengan Nakes Berhazmat di Shanghai':

[Gambas:Video 20detik]



(aid/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT