20 Perusahaan RI Diguncang PHK, Terbaru Startup Glints

ADVERTISEMENT

20 Perusahaan RI Diguncang PHK, Terbaru Startup Glints

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 09 Des 2022 06:30 WIB
Ilustrasi PHK
Foto: Ilustrasi PHK (Tim Infografis: Zaki Alfarabi)
Jakarta -

Badai pemutusan hubungan kerja (PHK) belum reda. Terbaru, startup platform pencarian kerja berbasis di Singapura, Glints memutuskan untuk mengurangi jumlah karyawannya.

Dikabarkan, perusahaan melakukan PHK terhadap 18% atau sebanyak 198 karyawan. Langkah itu ditempuh menimbang kondisi pasar.

PHK yang yang dilakukan Glints menambah panjang daftar perusahaan daftar yang melakukan PHK. Berikut daftar lengkapnya:

1. Glints

Dikutip dari Tech in Asia, Kamis (8/12/2022), salah seorang sumber menyatakan sebanyak 18% dari 1.100 karyawan terkena PHK atau 198 orang. Hal itu berarti sebanyak 198 karyawan terkena PHK.

PHK terjadi setelah startup ini mengumpulkan dana US$ 50 juta dalam putaran pendanaan seri D pada Agustus lalu. Pada bulan yang sama, perusahaan mengklaim jika pendapatan tahunan dan laba kotornya tumbuh 2,5 kali selama 12 bulan terakhir.

2. Sayurbox

Perusahaan rintisan atau startup di bidang e-grocery, Sayurbox baru saja melakukan PHK terhadap 5% karyawannya. Hal ini dilakukan sebagai langkah Sayurbox untuk menjadi perusahaan yang mandiri secara finansial dan tumbuh secara berkelanjutan dalam jangka panjang di tengah tantangan makro ekonomi global. Walau demikian, Co-Founder and Chief Executive Officer Sayurbox Amanda Susanti memastikan bahwa keputusan ini tidak mengganggu layanan dan akan terus beroperasi seperti biasa.

"Keputusan efisiensi karyawan ini tidak ada hubungan sama sekali dengan kinerja dari masing-masing individu atau tim manapun, tetapi memang dikarenakan oleh rasionalisasi dan restrukturisasi dari bisnis e-grocery Sayurbox agar tetap dapat berkelanjutan (sustainable) dalam jangka panjang." jelas Amanda Susanti dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (7/12).

3. Ajaib

Perusahaan rintisan di bidang investasi, Ajaib melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada 67 pegawainya. Dalam keterangannya, perusahaan menjelaskan Ajaib dalam tiga tahun terakhir berupaya meningkatkan inklusi keuangan Indonesia melalui layanan jasa keuangan digital.

Selain langkah ini, secara sukarela gaji jajaran manajemen akan dikurangi dan para founders pun tidak akan menerima gaji.

"Seluruh upaya ini tidak berdampak ke kelangsungan perusahaan dan layanan kepada nasabah Ajaib. Ke depannya, Ajaib juga telah mempersiapkan strategi bisnis yang kuat untuk terus mewujudkan inklusi keuangan di Indonesia," ujarnya.

4. Shopee Indonesia

Shopee Indonesia menjadi salah satu perusahaan yang melakukan PHK karyawannya. Pelepasan karyawan tersebut dilakukan pada hari Senin 19 September 2022 kemarin. Kabarnya cukup banyak karyawan yang terdampak dari PHK ini. Shopee Indonesia berkomitmen untuk memberikan dukungan bagi karyawan yang terdampak dari kebijakan ini. Pesangon akan diberikan sesuai aturan perundang-undangan plus 1 bulan gaji.

5. Tokocrypto

Setelah pengumuman Shopee Indonesia, selang beberapa hari Tokocrypto melakukan PHK besar-besaran. Perusahaan startup yang membuka platform perdagangan aset kripto ini melakukan perubahan strategi bisnis, salah satunya dengan mengurangi 20% dari total 225 karyawannya atau sekitar 45 orang. Hal ini diungkapkan oleh VP Corporate Communications Tokocrypto, Rieka Handayani.

6. Binar Academy

Berlanjut di bulan Oktober ini. Startup edutech Binar Academy mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada 20% karyawannya. Bagi karyawan yang terdampak, perusahaan berkomitmen membantu karyawan untuk konsultasi karir.

Dalam keterangannya, tidak disebutkan secara spesifik berapa jumlah karyawan yang terkena PHK. Pihak Binar Academy mengaku akan melakukan perubahan peran di beberapa fungsi bisnis dengan kapabilitas yang dibutuhkan sesuai strategi bisnis ke depan.

Lanjut ke halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT