RI Mau Geber Digitalisasi Ekonomi tapi PR-nya Banyak Banget, Gimana Solusinya?

ADVERTISEMENT

RI Mau Geber Digitalisasi Ekonomi tapi PR-nya Banyak Banget, Gimana Solusinya?

Ilyas Fadilah - detikFinance
Jumat, 09 Des 2022 12:39 WIB
Two women selling clothes at online shopping
Foto: Getty Images/kokouu
Jakarta -

Pembahasan transformasi digital setelah masa pandemi dirasa penting dilakukan karena saat ini teknologi bukan lagi sekadar alat yang dibutuhkan dalam operasional bisnis atau organisasi, melainkan dasar dari sumber keunggulan kompetitif.

Dalam pelaksanaannya, transformasi digital memiliki risiko dan tantangan tersendiri, mulai dari infrastruktur, pemerataan ketersediaan akses internet, talenta digital, hingga meningkatnya risiko keamanan siber karena adanya peningkatan arus data yang eksponensial.

Menjawab tantangan itu, PT Lintas Teknologi Indonesia (LTI) menggelar Lintas Teknologi Solutions Day | 5th Edition di Jakarta dengan tajuk: "Orchestrating Technologies to Boost Economic Growth".

Hadir dalam gelaran tersebut,Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia Jerry Sambuaga, Kepala Badan Siber & Sandi Negara (BSSN )Letjen TNI (Purn) Hinsa Siburian, Direktur Standardisasi Perangkat Pos dan Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika Mulyadi.

Adapun diskusi panel dititikberatkan pada beberapa hal yaitu pertama, perihal kualitas dan jangkauan konektivitas digital di pelosok nusantara yang mampu mendorong inklusivitas dan transformasi digital.

Mulyadi selaku Direktur Standardisasi Perangkat Pos dan Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika, memaparkan prioritas Indonesia dalam agenda transformasi digital nasional perlu diwujudkan dengan dukungan dari berbagai pihak.

"Pembangunan transformasi digital di Indonesia tidak bisa berjalan dengan pemerintah sendiri tentu perlu dukungan dari berbagai pihak lain yang terkait, seperti masyarakat, dunia usaha, akademisi, media, dan penyelenggara teknologi komunikasi tentunya. Dengan dukungan semua pihak, kita berharap pembangunan transformasi digital dapat berjalan dengan baik" ungkap Mulyadi.

"Kolaborasi antara operator, technology owner, serta digital application partner diperlukan untuk bisa menciptakan use cases yang bermanfaat dan punya urgency yang penting untuk bisa mendukung investasi infrastruktur", ujar Direktur Network Telkomsel Nugroho dalam kesempatan yang sama.

Apa tantangan lainnya? Buka halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT