Sepi Pengunjung, Siapa Pemilik Ratu Plaza?

ADVERTISEMENT

Sepi Pengunjung, Siapa Pemilik Ratu Plaza?

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Jumat, 09 Des 2022 17:20 WIB
Suasana Sepinya Ratu Plaza, Senayan, Jakarta Pusat
Foto: Suasana Sepinya Ratu Plaza, Senayan, Jakarta Pusat (Tim detikcom)
Jakarta -

Ratu Plaza merupakan salah satu mal yang berada di Jakarta Pusat. Dulunya, mal ini merupakan salah satu mal ternama dan populer pada masanya. Namun kini keadaannya sangat sepi, baik toko ataupun pengunjung.

Dikutip dari situs setiapgedung, Ratu Plaza adalah salah satu pusat perbelanjaan dan perkantoran di Jakarta yang dibangun pada tahun 1970-an. Tahap konstruksi proyek ini mulai diadakan pada bulan April 1977 dan keseluruhan pembangunan selesai pada 1980.

Adapun Ratu Plaza sendiri dimiliki oleh perusahaan PT Ratu Sayang Internasional (RSI). Sementara itu RSI sendiri merupakan perusahaan yang dimiliki oleh salah seorang konglomerat Indonesia, Henry Onggo.

Berdasarkan informasi dari finansialku, Henry Onggo sendiri merupakan konglomerat yang berhasil masuk daftar orang terkaya di Indonesia versi Forbes 2018 lalu. Dirinya saat itu saat itu menempati posisi 109 dalam daftar tersebut.

Dikatakan bahwa ia merupakan pendiri Ratu Sayang Group dan komisaris dari PT Unitex Tbk. sejak tahun 1988. Sedangkan harta kekayaannya saat itu ditaksir mencapai US$ 310 juta.

Sebagai informasi, Ratu Plaza terletak di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan yang bersebelahan dengan gedung Bank Panin dan masih menjadi bagian dari kawasan komplek olahraga Gelora Bung Karno Jakarta.

Bangunan Ratu Plaza ada yang difungsikan khusus untuk perkantoran dan ada pula yang dipakai sebagai pusat perbelanjaan. Pada tahun 1980-an pusat perbelanjaan Ratu Plaza sangat populer di kalangan masyarakat Jakarta.

Namun sayangnya saat ini pusat pemberlanjaan itu sudah sangat sepi pengunjung. Bahkan berdasarkan pantauan detikcom, Jum'at (9/12/2022) sekitar pukul 10.23 WIB, tidak banyak pengunjung yang wara wiri di Ratu Plaza.

Tidak hanya pengunjung, Mal ini nampak juga sudah banyak ditinggalkan pedagang. Hal ini terlihat dari banyaknya toko yang tutup.

Dari pintu depan Ratu Plaza, tidak banyak orang terlihat. Hanya ada satpam dan resepsionis saja. Masuk ke lantai dasar pun sama sepinya. Hanya ada beberapa toko elektronik dan gerai makanan yang terlihat membuka tokonya. Ketika ingin naik ke lantai atas, tampak beberapa eskalator Ratu Plaza yang tidak berfungsi. Hal ini juga terlihat pada lantai 1, 2, dan 3.

(fdl/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT