Bisnis Rokok Bakal Lesu Sampai Akhir 2006

Bisnis Rokok Bakal Lesu Sampai Akhir 2006

- detikFinance
Senin, 31 Jul 2006 15:27 WIB
Jakarta - Industri rokok dalam negeri diperkirakan masih akan lesu sampai akhir tahun 2006 karena lemahnya daya beli masyarakat.Penurunan penjualan rokok ini telah terlihat sejak semester I-2005 sampai semester I-2006 yang terjadi penurunan volume penjualan rokok sebesar 12 persen."Kalau semester I-2006 seperti ini tidak tertutup kemungkinan akan mengalami penurunan keseluruhan di tahun 2006," kata Direktur dan Corporate Secretary PT Gudang Garam Tbk (GGRM), Heru Budiman.Hal itu disampaikan Heru di sela acara Indonesia Investor Forum di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Senin (31/7/2006).Menurut Heru, hampir semua produsen rokok mengalami penurunan volume penjualan sampai semester I-2006, kecuali pada PT HM Sampoerna Tbk.Gudang Garam mengalami penurunan pangsa pasar (market share) dari 31 persen di semester I-2005 menjadi 29,5 persen pada semester I-2006. Penurunan itu untuk penjualan segmen sigaret kretek tangan (SKT) dan sigaret kretek mesin (SKM).Heru menjelaskan, tren konsumen ke depan adalah SKT yang naik dibanding SKM karena daya beli masyarakat rendah. Meski harga SKT lebih mahal Rp 750 per batang dibanding SKM Rp 600 per batang. Namun perbandingannya di masyarakat 1 SKT sama dengan 2 SKM karena merokok SKT membuat masyarakat lebih irit."Jadi buat masyarakat lebih irit pakai SKT, karena waktu merokok SKT lebih lama dibanding SKM," katanya.Menurut Heru pada tahun 2004 dan 2005, volume SKM 60-62 persen dibanding SKT 38 persen. Sementara pada semester I-2006, SKM turun 61 persen SKT naik jadi 39 persen.Sementara kinerja Gudang Garam pada semester I-2006 mengalami penurunan sekitar 50 persen pada laba bersih akibat meningkatnya biaya pokok penjualan (cost of sale)."Cost of sale ini timbul akibat meningkatnya beban cukai dan PPN akibat kenaikan cukai bulan Juli 2005 dan April 2006.Porsi cukai dan PPN dalam komponen biaya pokok penjualan, menurut Heru, mencapai 74,9 persen. Meningkat dibanding tahun lalu yang hanya 72,7 persen.Heru juga mengeluhkan soal masuknya rokok polos yang tidak menggunakan pita cukai dan PPN yang sulit diukur karena tersebar luas dan produsennya pun banyak.Untuk menaikkan penjualan, menurut Heru, Gudang Garam akan menerbitkan produk baru pada tahun ini atau tahun depan. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads