Ketua BPK: Honor Auditor BUMN Naudzubillah Tingginya...

Ketua BPK: Honor Auditor BUMN Naudzubillah Tingginya...

- detikFinance
Senin, 07 Agu 2006 11:24 WIB
Jakarta - Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Anwar Nasution hanya bisa geleng-geleng melihat honor para auditor BUMN yang sangat tinggi. Anwar menduga honor yang tinggi itu digunakan untuk menyogok. Hah?! Para akuntan dan Kantor Akuntan Publik (KAP) yang nakal itulah yang akhirnya direkomendasikan kepada Menkeu agar dicabut izinnya. "Dia mengaudit BUMN dan dia menggelembung-gelembungkan. Dan kita lihat bahwa honornya mereka itu naudzubillah tingginya, ahli hukum, KAP dan perusahaan penilai. Dugaan kita, honor yang besar digunakan untuk nyogok," cetus Anwar.Mantan Deputi Gubernur Senior BI itu menyampaikan hal tersebut dalam jumpa pers mengenai workshop audit pengadaan barang dan jasa di Pusdiklat Pegawai BPK, Jalan Bina Warga II, Kalibata, Jakarta, Senin (7/8/2006).Anwar juga telah merekomendasikan Menkeu untuk mencabut izin akuntan dan KAP yang terbukti menggelembungkan laporan keuangan. Hal itu sebelumnya pernah dikeluhkan oleh Menkeu Sri Mulyani.Menurut Sri Mulyani beberapa waktu lalu, sejumlah perusahaan membuat laporan keuangan yang berbeda untuk Ditjen Pajak, Bapepam dan bank."Sekarang ini ada KAP itu sudah kita sarankan ke Menkeu untuk dicabut surat izinnya. Bukan hanya individu, akuntannya, tapi juga kantornya. Misalnya seperti Enron, Parmalat," ujar Anwar sambil tertawa.Menurut Anwar, rekomendasi BPK itu sudah disampaikan ke Menkeu sejak sebulan yang lalu. Namun Anwar tidak menyebutkan berapa jumlah KAP yang diusulkan untuk dicabut itu."Itu bukan hanya jampi-jampi. Tapi itu harus dicabut surat izinnya, apakah KAP itu akuntannya dan juga perusahaan penilai. Nah, ini kita sangat serius," tandasnya. (qom/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads