Mentan Serahkan ke BPS soal Tudingan Food Estate Pakai Data Palsu

ADVERTISEMENT

Mentan Serahkan ke BPS soal Tudingan Food Estate Pakai Data Palsu

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Selasa, 17 Jan 2023 06:30 WIB
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo pastikan cadangan pangan Indonesia cukup hingga April 2020 mendatang. Untuk beras Kementan memastikan surplus.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menepis tudingan Komisi IV DPR yang menyebut terdapat banyak data palsu dalam proyek Food Estate. Ia menekankan, data yang dihimpun Kementerian Pertanian tidak menunjukkan adanya penurunan dari produksi Food Estate.

"Kalau dari Kementan tidak ada data yang turun," ujarnya kepada media, selepas Rapat kerja Komisi IV DPR RI Dengan Kementerian Pertanian, Senin (16/01/2023).

Sementara saat ditanya mengenai pernyataan yang menyebut banyaknya data palsu menyangkut program Food Estate. SYL menjawab, hal itu harusnya ditanyakan ke Badan Pusat Statistik (BPS).

"Aku nggak tahu itu. Data BPS kau tanya. BPS itu digaji untuk itu," ujarnya.

SYL tidak menampik bila pengembangan FE belum sempurna. Menurutnya, mengelola sebuah lahan pertanian ini tidak semudah membalikkan telapak tangan. Banyak tantangan yang harus dihadapi mulai dari serangan hama hingga cuaca.

"Jangan kau lihat lahan yang ada di sini, di Jawa (sama) dengan di Kalimantan yang rawa itu. Tak bisa seperti balik tangan," kata SYL.

Di sisi lain, SYL mengatakan, dari luasan lahan FE sebesar 47 ribu ha yang sudah ada, hasil produksinya mencapai kisaran di atas 4 ton. Karena itulah, ia optimistis, dengan lahan yang lebih besar, produksinya juga akan semakin meningkat.

"Kita punya optimisme ke depan, lahan kita di Papua, itu harus kita jadikan lahan produksi dan itu butuh tahapan. Kita perbaiki sekarang ini tentu saja lahannya ada irigasi dan lain-lain belum tentu in-out air di situ bisa normal," katanya.

Beberapa waktu sebelumnya, Komisi IV DPR RI mencap proyek Food Estate sebagai proyek gagal. Bahkan, proyek yang berada di bawah naungan Kementerian Pertanian itu dituding dipenuhi dengan data-data palsu.

Kritik tersebut dilontarkan oleh Ketua Komisi IV DPR RI Sudin. Menurutnya, kinerja Kementerian Pertanian di 2022 ini memburuk, salah satunya karena ditemukannya proyek Food Estate di sejumlah wilayah yang gagal dan tidak mencapai target.

"Kami Komisi IV sudah menyiapkan Panja (Panitia Kerja) Food Estate. Bahkan beberapa teman-teman mengusulkan dibikin Pansus (Panitia Khusus) karena disitu banyak data yang palsu," kata Sudin, Rapat kerja Komisi IV DPR RI Dengan Kementerian Pertanian.

Tidak hanya satu dua kali program Food Estate ini disoroti oleh Komis IV DPR RI. Kritik pedas juga pernah dilayangkan di Rapat DPR dan Kementan pada November lalu.

Pada kala itu, DPR juga menyebut program FE ini gagal. Bahkan disebut-sebut banyak ditemukan mesin yang seharusnya digunakan untuk proyek tersebut malah mangkrak. Sudin meminta Kementan jujur untuk kondisi food estate di lapangan seperti apa.

"Masalah food estate ditanya harus ke Dirjen PSP. Saya ingin bertanya alat mesin pertanian mangkrak. Saya punya bukti, foto, saya minta kejujurannya. Saya tidak bicara salah satu benar. Kita mencari solusi jalan terbaik," ujar Sudin dalam rapat di DPR RI, Rabu (23/11/2022).

Kemudian pertanyaan itu dijawab oleh Direktur Jenderal Prasarana Sarana Pertanian (Dirjen PSP) Kementan Ali Jamil Harahap. Ia mengakui bahwa memang ada mesin untuk food estate ada yang mangkrak. Hanya saja dia mengklaim mesin tersebut sudah diminta untuk dimasukkan ke bengkel.

"Menurut catatan kita ada yang mangkrak itu diarahkan untuk masuk ke gudang dan masuk ke bengkel," ujar Ali.



Simak Video "Alasan Jokowi Tak Ajak Mentan saat Rapat Pangan di Istana"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT