Manulife Ramal Ekonomi RI Cerah, Begini Analisanya

ADVERTISEMENT

Manulife Ramal Ekonomi RI Cerah, Begini Analisanya

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Selasa, 17 Jan 2023 13:41 WIB
Deretan gedung pencakar langit Jakarta tertutup kabut tipis siang ini. Gedung berkabut di tengah risiko perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2023.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

PT Manulife Aset Manajemen Indonesia memproyeksikan kondisi ekonomi cerah untuk RI di 2023. Hal ini didorong oleh bank sentral Amerika Serikat (AS), The Fed, dan Bank Indonesia yang akan sudah mendekati puncak siklus kenaikan suku bunganya, sehingga suku bunga dipastikan akan lebih stabil.

Chief Economist & Investment strategist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia Katarina Setiawan mengatakan, pihaknya memproyeksikan The Fed, akan menaikkan suku bunga hingga puncaknya di 5-5,25%. Setelah itu, akan ada masa stabil yang kemudian berlanjut menurunkan suku bunganya.

"Our Global Chief Economist memperkirakan puncak Fed Funds Rate ada di sekitar angka 5-5,25%. Untuk kemudian sebelum akhir tahun, The Fed diperkirakan akan memotong suku bunganya," katanya, dalam Press Conference Market Outlook 2023 Seeds of Opportunity, lewat saluran Zoom Meeting, Selasa (17/01/2023).

Seiring dengan The Fed yang akan segera mencapai waktu puncak kenaikan suku bunganya, Katarina menilai, nilai tukar dolar AS membaik, sehingga membantu penguatan mata uang di negara-negara di Asia. Kondisi ini juga semakin membaik dengan relaksasi kebijakan Zero COVID-19 di China.

Katarina mengatakan, kondisi ini pun turut berimbas pada RI, di mana nilai rupiah terhadap dolar AS semakin menguat. Ia pun memproyeksikan, Bank Indonesia akan segera mencapai puncak suku bunganya di paruh pertama tahun ini. Hal ini tentu akan berdampak pada peningkatan pertumbuhan pasar domestik.

"BI tidak perlu terlalu agresif menaikkan suku bunganya. Kita memperkirakan BI akan menaikkan suku bunga lagi (puncak) di kuartal pertama 2023, untuk kemudian suku bunganya di Indonesia akan menjadi lebih stabil sampai akhir tahun," kata Katarina.

Kondisi ini tentu akan mendorong pertumbuhan di sektor pasar domestik RI. Apalagi, Katarina mengatakan, adanya gelaran Pemilu 2024 akan semakin mendorong daya beli masyarakat dan perputaran ekonomi RI. Sehingga, ekonomi RI akan semakin menguat.

"Budget pemilunya juga sangat besar, RP 110 triliun. Jauh lebih besar dari pemilu-pemilu di tahun sebelumnya. Dan ini akan dibelanjakan di paruh kedua 2023 sebagian besar dan akan sangat mendorong daya beli masyarakat dan perputaran ekonomi," ujarnya.

Di sisi lain, Katarina mengatakan, pada kuartal IV 2023 ini diproyeksikan aliran dana investor asing justru akan keluar dari negara-negara yang mendapat cukup banyak suntikan dana di tahun lalu seperti Malaysia dan Indonesia. Pasalnya, aliran dana tersebut justru akan beralih ke China dan negara-negara Asia Utara.

"Perbaikan sentimen di China dan negara-negara di Asia Utara membuat ada perbaikan arah arus dana investor asing ke pasar saham. Jadi negara-negara yang tadinya dijauhi seperti India, China, kemudian Taiwan, itu sekarang justru investor asing banyak masuk di Q4," katanya.

Menurutnya, hal ini merupakan imbas dari penghapusan kebijakan Zero COVID-19. Namun demikian, ia mengatakan, hal ini hanya bersifat sementara hingga terbentuknya keseimbangan baru di pasar.

Lihat juga video 'Jokowi Minta Kepala Daerah Hati-hati Meski Ekonomi RI Tumbuh 5,3%':

[Gambas:Video 20detik]



(dna/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT