3 Fakta Tamasia Diserang User Gegara Paksa Jual Emas Murah

ADVERTISEMENT

3 Fakta Tamasia Diserang User Gegara Paksa Jual Emas Murah

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 19 Jan 2023 07:45 WIB
Tamasia
3 Fakta Tamasia Diserang User Gegara Paksa Jual Emas/Foto: Screenshoot aplikasi Tamasia
Jakarta -

Heboh aplikasi jual beli emas digital, Tamasia tak bisa diakses dan para penggunanya dipaksa untuk menjual emas dengan harga buyback Rp 820.000 per gram. Harga ini tentu jauh dari harga emas di situs Antam.

Pihak Tamasia juga telah menyampaikan pernyataan di akun resmi Instagramnya. Mereka menyebutkan jika akan mengubah model bisnis perusahaan.

Banyak pengguna yang menyerang Tamasia di Twitter, Instagram sampai kolom komentar dibatasi dan di kolom komentar Google Playstore.

Berikut fakta-faktanya:

1. Belum Terdaftar di Bappebti

Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Pasar Bappebti Tirta Karma Senjaya menyebut Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan sudah menegur Tamasia.

"Bappebti sudah memberikan surat teguran kepada Tamasia," kata dia kepada detikcom. Tirta mengatakan, Bappebti meminta itikad baik dari Tamasia untuk segera mendaftarkan izin perdagangan emas digital kepada Bappebti.

"Hal ini agar sistem dan mekanisme perdagangannya sesuai ketentuan dan bisa terawasi secara periodik," ujar dia.

Dari laman resmi Bappebti hanya ada lima perusahaan pedagang emas digital yang terdaftar. Yaitu PT Indogold Makmur Sejahtera (Indogold), PT Indonesia Logam Pratama (Treasury), PT Laku Emas Indonesia (Laku Emas), PT Pluang Emas Sejahtera (Pluang) dan PT Sehati Indonesia (Sakumas).

2. Digeruduk User

Dilihat pada laman Google Playstore banyak pengguna yang mengeluhkan jika aplikasi memang sulit untuk dibuka. Misalnya akun E*** C***** yang menyebut telah menggunakan aplikasi sejak 2019 tapi tak bisa mengakses pada 4 Januari 2023. "Sudah menghubungi help desk tetapi tidak ada respons," tulisnya, dikutip Rabu (18/1/2023).

Lalu akun R**** Z*** yang mengaku merasa kena scam karena sudah menabung dalam jangka waktu lama. Akhirnya dipaksa jual harga murah.

Kemudian akun Al ***** yang menyebut jika harga buyback yang diberikan tidak sepadan. Sehingga pengguna menderita banyak kerugian. "Tidak memberikan solusi apapun. Hati-hati sangat tidak direkomendasikan untuk investasi niatnya nabung malah buntung," tulisnya.

Selanjutnya dari akun Twitter salah satu pengguna @ad*** mencuit jika harga jual atau buyback hanya dipatok Rp 800.000. Tentu saja harga ini sangat jauh dengan harga buyback emas Antam saat ini sebesar Rp 928.000 per gram.

3. Harga Buyback Naik

Pada pukul 13.00 WIB kemarin di aplikasi Tamasia harga buyback sudah naik menjadi Rp 820.000 per gram. Walaupun sudah naik, namun harga buyback ini masih jauh dari patokan harga buyback Antam di kisaran Rp 928.000 per gram atau beda Rp 108.000.

Sedangkan untuk harga beli saat ini dipatok Rp 900.604 per gram. Sebelumnya diberitakan Tamasia akan melakukan perubahan model bisnis. Dikutip dari Instagram resmi tamasia_id pihak Tamasia mengunggah permintaan maaf.

"Melalui postingan ini Tamasia ingin mengucapkan permintaan maaf karena sudah membuat pengguna Tamasia kecewa. Percayalah kami sudah mengupayakan yang terbaik untuk Tamasian. Kami tetap ada dan hadir, dan memastikan tetap bersama Tamasian, jika ada kendala atau yang ingin dibantu jangan ragu hubungi CS dibit.ly/CSTamasia," tulisnya.

(kil/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT