Pengusaha Bisa Dibantu untuk Go Public, Begini Caranya

ADVERTISEMENT

Pengusaha Bisa Dibantu untuk Go Public, Begini Caranya

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Selasa, 24 Jan 2023 12:42 WIB
Group of people on a business meeting
Foto: iStock
Jakarta -

Dalam merayakan eksistensinya selama 17 tahun, komunitas pengusaha Tangan Di Atas (TDA) menggelar acara akbar bertajuk Pesta Wirausaha Nasional (PWN) dan diikuti tak kurang dari 2.000 anggota dari seluruh Indonesia.

Mengusung tema Recover and Grow Together, Presiden TDA 7.0 Ibrahim M. Bafaqih menyampaikan, bahwa komunitas TDA adalah rumah bersama entrepreneur Indonesia untuk tumbuh dan bermetamorfosis menjadi pengusaha berdaya dan memberdayakan melalui kolaborasi, berjejaring, dan menjaga keseimbangan hidup.

Kang Baim, sapaan akrabnya menyebutkan, bahwa kegiatan yang berkaitan dengan kolaborasi dan berjejaring terus dilakukan salah satunya melalui Meet The Investor yang menghubungkan antara pengusaha dengan investor.

Selaras dengan misi dan tujuan TDA, Asiavesta Strategic Investment turut mendukung sebagai perusahaan investasi yang mentransformasi pengusaha skala menengah menjadi korporasi besar.

Sebagai investor, Asiavesta tidak hanya sebatas menyetorkan modal, tetapi juga membantu proses restrukturisasi perusahaan secara holistik, baik dari sisi keuangan, administrasi, pajak, legal dan sebagainya sehingga menjadi korporasi besar dan go public dalam waktu kurang dari tiga tahun.

Hal ini dibuktikan Asiavesta dengan membawa dua perusahaan investee-nya, yang keduanya adalah anggota TDA, untuk naik kelas hingga melakukan Initial Public Offering (IPO).

Ahmad Sadat, Presiden Asiavesta yang juga menjadi pembicara dalam acara Panggung Inspirasi PWN bercerita bagaimana awal mula berinvestasi pada PT Idea Indonesia Tbk pada tahun 2019, dan berhasil membawa PT Idea Indonesia Tbk melantai di Bursa Efek Indonesia dengan kode emiten IDEA pada tahun 2021.

IDEA yang merupakan perusahaan pelatihan persiapan kerja bergaransi bidang hospitality dan perhotelan sekaligus menjadi perusahaan pertama dari kalangan TDA yang berhasil go public.

Di awal tahun 2023 giliran "anak kandung" TDA, PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (HBS) yang akan mencatatkan namanya di Bursa Efek Indonesia dengan kode emiten NAYZ pada Februari mendatang. HBS adalah produsen makanan bayi organik dengan merek Nayz.

Pendiri HBS, Lutfiel Hakim yang juga merupakan Wakil Presiden TDA, adalah pengusaha yang sudah menjadi anggota TDA sejak 2008, sebelum kemudian memutuskan untuk berbisnis di tahun 2009 sehingga disebut sebagai pengusaha yang lahir dan tumbuh besar bersama TDA. Merintis usaha dengan modal hanya Rp250 ribu, saat IPO nanti perusahaan Lutfiel akan bernilai tidak kurang dari 250 miliar.

Selain Ahmad Sadat, Direktur Asiavesta Dody Arfianto juga ikut berpartisipasi pada rangkaian acara PWN lainnya dengan menjadi pembicara dan juri pada sesi Meet The Investor: Inkubasi dan Pitching Day yang digelar pada 20-21 Januari 2023 di Hotel Fox Harris Lite Bandung.

Dody Arifianto membawakan materi tentang "What to prepare for an IPO" yang membahas tentang pasar modal serta proses IPO sebuah perusahaan.

Kang Baim pun memberi apresiasi kepada Asiavesta Strategic Investment yang telah membantu anggota komunitas TDA yaitu IDEA dan NAYZ untuk bisa scale up, dari UMKM hingga bertransformasi menjadi perusahaan publik. Dirinya pun berharap, akan semakin banyak anggota TDA lainnya yang juga bisa Go Public kedepannya.

(fdl/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT