Puja-puji Bos Holding BUMN Pertahanan buat Prabowo

ADVERTISEMENT

Puja-puji Bos Holding BUMN Pertahanan buat Prabowo

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 25 Jan 2023 17:00 WIB
Prabowo Subianto di Loji Gandrung Solo, Selasa (24/1/2023).
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (Foto: Tara Wahyu NV/detikJateng)
Jakarta -

Direktur Utama PT Len Industri (Persero) Bobby Rasyidin menyampaikan, hubungan holding BUMN industri pertahanan dengan pemangku kepentingan utama Kementerian Pertahanan (Kemenhan) sangat lekat. Dekatnya hubungan Kemenhan di bawah kepemimpinan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto ini dari sisi perencanaan hingga pelaksanaan pekerjaan yang diberikan.

Demikian disampaikan Bobby dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR Jakarta, Rabu (25/1/2023).

"Hubungan kita dengan stakeholder utama kami di Kementerian Pertahanan, di kepemimpinan Pak Menhan, Pak Prabowo itu hubungan kami dengan Kementerian Pertahanan itu sangat lekat sekali. Mulai dari sisi perencanaan, penentuan teknologi sampai dengan eksekusi dari pelaksanaan pekerjaan-pekerjaan yang diberikan," ujarnya.

Sesuai amanat Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2021 terkait 10 program strategis nasional, holding industri pertahanan ditunjuk sebagai pelaksana proyek.

Dia memaparkan, pengembangan radar ground controlled interception (GCI) dilakukan oleh Len Industri. Menurutnya, GCI merupakan radar canggih pertama yang diadakan oleh Kemenhan.

"Misalnya tadi pengadaan radar GCI ground controlled interception itu mungkin radar canggih pertama yang diadakan di Kementerian Pertahanan, itu ke PT Len," katanya.

Kemudian, untuk tank medium hingga pengadaan munisi kaliber kecil, menengah sampai besar, PT Pindad ditunjuk sebagai penyedianya.

"Kemudian PTDI yang sangat luar biasa itu pengadaan N219 itu TNI akan menjadi pengguna pertama untuk N219 which is TKDN-nya itu sangat tinggi sekali 44%," sambungnya.

Berikutnya, PT PAL Indonesia mendapat pekerjaan pembangunan dua fregat atau kapal perang. Kemudian, pihaknya melakukan modernisasi terhadap 41 kapal perang.

Menurutnya, kerja sama antara holding industri pertahanan BUMN dengan Kemenhan saat ini pada titik terbaik. "Jadi kalau dilihat dari sisi komunikasi kita, koordinasi kita, kerja sama kita dengan Kementerian Pertahanan pada saat ini pada titik yang boleh dibilang terbaik," katanya.

Untuk diketahui, Len Industri merupakan induk holding industri pertahanan BUMN. Adapun anggotanya yakni PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia, PT PAL Indonesia, dan PT Dahana.

(acd/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT