Dana Milik TKI Bernama 'Islam' Terancam Dicekal
Kamis, 10 Agu 2006 14:43 WIB
Jakarta - Para TKI yang kini tengah memeras keringat di luar negeri harus berhati-hati saat mengirimkan uangnya ke Indonesia. Sebab, jika nama TKI itu bernuansa Islam, maka dana yang dikirimkan terancam kena cekal.Pengiriman dana TKI ke Indonesia berpeluang dicekal oleh lembaga atau institusi jasa remitansi karena kebijakan kehati-hatian atas kegiatan pencucian uang dan dana untuk kejahatan teroris. "Ada yang melakukan diskriminasi kepada pekerja migran yang kebetulan bernama Muhammad, Ahmad, bahkan sampai bin atau bintinya yang dikaitkan dengan Muhammad Atta (pelaku teroris 9/11), dilakukan pencekalan bahkan diblokir jika dicurigai," ungkap Kepala Pusat kajian Keuangan Mikro TKI, Dipo Alam.Ia menyampaikan hal itu disela-sela seminar acara seminar mengamankan pengiriman uang dari perilaku kriminal di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (10/8/2006). Dipo mencontohkan misalnya Western Union yang kini mengambil langkah yang sangat ekstrim dengan memblokir sejumlah pengiriman uang, terutama kepada orang yang namanya 'Islam' seperti terjadi pada Abdul Rahman Maruthayl dan Qadir Khan, pekerja asal India dan Pakistan yang bekerja di Dubai. Pencekalan uang tersebut didasari oleh rekomendasi dari Departemen Keuangan Amerika semenjak peristiwa 11 September 2001, yang mengeluarkan daftar nama yang berbau islam.Dipo mengungkapkan, Western Union secara rutin menangguhkan dan memblokir transfer uang antar pelanggan yang hanya sebagian namanya, sama dengan daftar dari Depkeu AS tersebut. "Jangan sampai TKI kita yang mau kirimkan 100-200 dolar untuk keluarga yang sakit, kebetulan namanya Muhammad Atta, jadi kesulitan," Jelas Dipo. Oleh karena itu, Dipo berharap penyedia jasa pengiriman uang, khususnya jasa pengiriman uang multinasional tidak menyamaratakan hanya karena namanya berbau Islam. "Pemerintah seharusnya menyadari hal ini dan melakukan tindakan untuk melindungi TKI," tandas Dipo.
(qom/)











































