Konsumen Makin Tinggalkan Sedan

Konsumen Makin Tinggalkan Sedan

- detikFinance
Sabtu, 12 Agu 2006 14:44 WIB
Sukabumi - Tren mudik bagi keluarga di Indonesia ternyata berpengaruh besar pada pola penjualan otomotif. Tren mudik itu membuat konsumen cenderung memilih mobil-mobil keluarga yang bisa muat banyak orang. Sedan pun semakin ditinggalkan.Selain faktor kapasitas muat yang banyak, kecenderungan konsumen memilih mobil jenis Multi Purpose Vehicle (MPV) ini disebabkan karena 'tren' banjir yang sering melanda sejumlah wilayah Indonesia. Plus harga MPV yang kebanyakan lebih terjangkau.Pasar otomotif Indonesia yang didominasi MPV ini berkebalikan dengan pasar negara lain yang rata-rata 60 persen pasar kendaraan non-komersil dikuasai oleh sedan.Demikian disampaikan Direktur Marketing PT Toyota Astra Motor, Joko Trisanyoto kepada wartawan disela-sela workshop dengan Forum Wartawan Perindustrian (Forwin) di Lido, Sukabumi, Sabtu (12/8/2006)."Kultur Indonesia kalau beli mobil yang penting muat banyak. Meskipun di jalan sering terlihat mobil yang kapasitas muatnya banyak, yang mengendarai hanya satu orang. Karena mereka berpikir ketika Lebaran saat mudik tidak pusing karena kendaraannya bisa muat banyak orang," papar Joko.Berdasarkan data yang dimiliki TAM, untuk kendaraan non komersil, selama semester I-2006, pasar sedan hanya menduduki 8,2 persen. Angka itu berarti turun terus dari tahun ke tahun. Tercatat pangsa pasar sedan pada tahun 2003 masih 17,2 persen, tahun 2004 turun menjadi 13 persen, tahun 2005 turun lagi jadi 9,7 persen.Sementara kelas low MPV sejenis Suzuki Carry, Toyota Avanza, Daihatsu Xenia dan Zebra terus meningkat. Jika pada tahun 2003 hanya 17,6 persen, terus meningkat menjadi 36,5 persen pada tahun 2004. Tahun 2005 menjadi sekitar 38 persen dan semester I-2006 menjadi 40 persen. Untuk kelas medium MPV sejenis Honda Jazz, Toyota Yarris dan Suzuki Swift juga mulai naik. Pada semester I-2006 menjadi 25,2 persen. Kelas High MPV seperti Kijang, Panther juga naik semestar I-2006 menjadi 16,8 persen. Menurut Joko, untuk jenis low MPV banyak diminati karena selain cc-nya lebih kecil, kapasitas muat besar harga terjangkau. Untuk angka penjualan Toyota pada tahun 2006 telah mencapai 61.806 unit dengan pangsa pasar 41,3 persen. Dari sisi penjualan, lanjut Joko, memang menurun. Namun jika dilihat dari sisi pangsa pasar menunjukkan peningkatan.Sebagai perbandingan, selama semester I-2005, angka penjualan Toyota mencapai 91.555 unit dengan pangsa pasar 31 persen. Semester II-2005, pangsa pasar 38,3 persen dengan penjualan 91.212 unit. Sehingga secara total selama tahun 2005, pangsa pasar mencapai 34,2 persen, dengan total penjualan 182.767 unit. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads