'Lula' Bikin 15 Pabrik Tutup
Rabu, 16 Agu 2006 17:28 WIB
Jakarta - Lula yang satu ini benar-benar pongah. Selain menenggelamkan rumah, sawah, sekolah dan jalan, dia juga bikin 15 pabrik tutup yang membuat karyawannya mendadak menganggur.Lula alias Lumpur Lapindo yang disebabkan oleh PT Lapindo Brantas, menurut catatan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) telah megakibatkan 15 pabrik tutup.Semburan lumpur Lapindo ini juga membuat Menteri Perindustrian Fahmi Idris cemas, karena mengganggu pertumbuhan industri, yang berujung pada revisi pertumbuhan industri."Tentu saja mengganggu bukan saja ke perusahaan, juga pada pencapaian dan pertumbuhan sektor industri," kata Fahmi.Hal itu disampaikan Fahmi, usai acara Pidato Kenegaraan dan Nota Keuangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Rabu (16/8/2006). Fahmi mengaku belum menghitung nilai kerugian sektor industri akibat lumpur Lapindo ini. Menurutnya, yang menjadi perhatian saat ini bagaimana perusahaan yang tutup harus mendapat ganti rugi. "Sampai saat ini belum ada laporan (kerugian), tapi bagaimanapun mereka dapat penggantian itu yang menggembirakan, walaupun mereka tutup sampai 3 bulan mereka dapat penggantian," kata Fahmi.Menurut Fahmi selain ganti rugi untuk pabrik, karyawan yang dirumahkan juga mendapat jaminan dari Lapindo.Mengenai revisi pertumbuhan industri, Fahmi mengaku, pelaksanaannya tidak sederhana. Harus terlebih dahulu dilakukan pertemuan intensif untuk mendapat masukan, catatan perkembangan industri untuk memutuskan perlunya direvisi atau tidak."Tapi saya yakin semester II-2006 akan kembali membaik salah satu indikasinya suku bunga yang saya yakin 2 bulan lagi akan turun. Kalau suku bunga rill sudah mencapai 9-10 persen pertumbuhan industri akan cepat," kata Fahmi.
(ir/)











































