Turunkan Inflasi, Tata Niaga 6 Komoditas Perlu Dievaluasi
Jumat, 18 Agu 2006 17:26 WIB
Jakarta -
Pemerintah diminta untuk mengevaluasi tata niaga 6 komoditas untuk mengurangi tingkat inflasi. 6 komoditas itu adalah gula, beras, garam, daging sapi, ayam, dan udang. Komoditas inilah yang menyebabkan inflasi masih tinggi di Indonesia.Hal tersebut disampaikan Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Thomas Darmawan ketika ditemui detikcom di Hotel Shangri-La, Jumat (18/8/2006)."Kita kan masih ada 6 komoditi yang membuat inflasi tinggi. Gula masih kena bea masuk, beras, garam, daging sapi, ayam, dan udang. Itu yang jadi masalah karena harganya kan berfluktuasi sekali. Kalau itu dikurangi bea masuknya, itu akan membuat inflasi kita terkendali," ujarnya.Masalah suku bunga yang tinggi masih menjadi beban bagi pengusaha. Thomas meminta pemerintah dan Bank Indonesia menurunkan suku bunga.Selain soal tata niaga yang dievaluasi, masalah penyelundupan dan ekonomi biaya tinggi juga menjadi persoalan. Jika biaya ekonomi ditekan maka dapat meningkatkan produktivitas."Supaya produktivitas meningkat. Ekspor tahun 2005 US$ 1,806 miliar, tahun 2004 US$ 1,412 miliar. Ada kenaikan US$ 400 juta. Karena pasar dalam negeri loyo, digenjot ekspor. Itu menunjukkan produk kita digemari di luar negeri," ujarnya.Namun bila produk dijual di dalam negeri, kalah bersaing dengan negara lain karena adanya biaya tinggi. "Artinya ada high-cost economy. Ada pajak PPN, ada pajak restoran. Kita minta PPN produk tertentu dihapuskan," katanya.
(ddn/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































