Indonesia Negara Boros Energi

Indonesia Negara Boros Energi

- detikFinance
Selasa, 22 Agu 2006 10:29 WIB
Jakarta - Indonesia kini menyandang gelar sebagai salah satu negara yang boros energi. Salah satu indikatornya adalah angka penggunaan energi di Indonesia yang masih tinggi. Menurut para ahli, angka efisiensi penggunaan energi di Indonesia mencapai 1,84 persen, atau lebih tinggi dibandingkan negara-negara maju. Sementara di sejumlah negara, angka efisiensi penggunaan energinya sudah di bawah 1 persen."Angka 1,84 persen itu artinya untuk meningkatkan produksi nasional PDB 1 persen, energi yang diperlukan itu harus naik 1,84 persen. Ini masih tinggi, apalagi dibanding negara lain, apalagi negara maju yang memanfaatkan energi secara ekonomis," ujar Menko Perekonomian Boediono.Ia menyampaikan hal itu saat menjadi pembicara kunci dalam pencanangan perdana program aksi penyediaan dan pemanfaatan energi alternatif di Graha Sawala Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (22/8/2006).Menurut Boediono, angka penggunaan energi mestinya bisa ditekan di bawah 1 persen. "Ini lebih baik. Jangan sampai menggunakan energi hanya untuk 5-10 tahun setelah itu kebingungan mencari energi lagi," tambahnya.Boediono menjelaskan, Indonesia pernah mengalami kebangkitan energi pada tahun 1970-an dengan melonjaknya sumber-sumber energi yang berasal dari fosil seperti minyak dan gas. Selama dua dasawarsa, sumber energi fosil ini menjadi motor penggerak kegiatan ekonomi, juga sebagai penerimaan devisa. "Namun era itu telah berlalu. Kita melihat ke depan, energi fosil tidak bisa lagi sebagai motor penggerak kegiatan ekonomi," tegasnya. Kendati demikian, Boediono yakin Indonesia akan mengalami era kedua kebangkitan energi yakni dengan fokus pada energi alternatif di luar sumber energi dari fosil. Pemerintah pun tengah menggenjot penggunaan energi alternatif untuk menggantikan BBM seperti gas, listrik, bioenergi dan batubara. Khusus untuk batubara, pengembangannya sangat memungkinkan karena persediaannya cukup untuk 150 tahun. "Ini yang harus kita upayakan dengan mendorong penggantian BBM," ujar Boediono. Sementara bioenergi seperti bioethanol dan biodiesel dapat digunakan untuk transportasi, industri, pembangkit PLN maupun rumah tangga. Mengenai pameran energi alternatif, lobi Departemen Keuangan kini telah disulap. Berbagai sumber-sumber energi alternatif di masa depan dipamerkan. Para pesertanya cukup beragam, misalnya Kawasan Industri Dumai, PT Wilmar Bio Energi, Puslitbang Deptan, Lemigas, BPPT, Teknologi Mineral dan Batubara, PT Nusa Galih Nusantara, dsb. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads