Rusia Lunasi Utang ke Paris Club
Selasa, 22 Agu 2006 11:34 WIB
Moskow - Perekonomian yang tumbuh pesat dan cadangan devisa yang terus menggelembung membuat Rusia kian kaya raya. Rusia pun akhirnya melunasi sisa utangnya ke Paris Club senilai US$ 23,7 miliar. "Total senilai 23.737.038.657,61 dolar AS telah ditransfer ke kreditor Paris Club," ujar Bank Perdagangan Luar Negeri Rusia, Vneshekonombank seperti dikutip dari AFP, Selasa (22/8/2006).Utang Rusia ke kreditor Paris Club diteken semasa negara tersebut masih bernama Soviet. Dan Sinyal pembayaran utang ini sebenarnya sudah digaungkan sejak bulan lalu. Pelunasan utang ini akan menjadi sejarah terbesar dalam 50 tahun terakhir bagi Paris Club dan juga Rusia.Namun dengan pembayaran utang lebih cepat ini, Rusia harus membayar US$ 1 miliar untuk kompensasi bagi kreditor Paris Club karena telah kehilangan pendapatan bunga.Delapan tahun silam, Rusia jatuh ke dalam krisis keuangan dan perbankan yang menyebabkan negara kaya minyak ini tidak bisa membayar utangnya alias default.Saat krisis mendera, rasio utang Rusia membengkak hingga 96 persen pada tahun 1999. Namun Rusia sukses menurunkan rasio utangnya menjadi 9 persen pada tahun ini."Sebelumnya kita harus hidup dengan bantuan orang lain dalam beberapa tahun terakhir. Tapi sekarang, perekonomian Rusia tidak hanya bisa membayar utang, namun bisa melakukan banyak hal dalam beberapa waktu ke depan," ujar Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pernyataannya beberapa waktu lalu.Departemen Keuangan Rusia menyatakan, pembayaran utang lebih cepat kepada Paris Club ini didukung oleh pertumbuhan ekonomi dan kekuatan finansial dari Federasi Rusia.Rusia kini menjadi sebuah kekuatan ekonomi baru. Depkeu Rusia mencatat pertumbuhan PDB 6-7 persen dalam beberapa tahun terakhir dan anggaran yang terus mencatat surplus. Sedangkan cadangan devisa dan emasnya saat ini merupakan yang terbesar ketiga di dunia. Rusia kini juga diuntungkan oleh tingginya harga minyak dan gas dunia. Pada bulan Juli, Rusia mencatat keuntungan sebesar US$ 82 miliar dari tingginya harga minyak yang terus menguatkan perekonomiannya. "Pembayaran lebih cepat ini akan membantu posisi Rusia di kancah internasional dengan stabilitas finansial dan utang dan juga reputasi sebagai negara pengutang yang bisa dipercaya," demikian pernyataan dari pemerintah Rusia.
(qom/)











































