Pemerintah Sulit Hapus Subsidi BBM

Pemerintah Sulit Hapus Subsidi BBM

- detikFinance
Selasa, 22 Agu 2006 12:28 WIB
Jakarta - Pemerintah mengaku sulit menghilangkan subsidi BBM walaupun berencana untuk melakukan kebijakan tersebut.Masih tingginya subsidi BBM ini juga menjadi salah satu penyebab tidak berkembangnya energi alternatif."Memang tidak mudah untuk menghilangkan subsidi harga karena tidak hanya terkait dengan masalah ekonomi, tapi masalah sosial dan politik rasanya sulit," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro.Hal itu disampaikan Purnomo dalam acara pencanangan perdana program aksi dan penyediaan energi alternatif di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (22/8/2006). Menurut Purnomo, pemerintah juga tidak mempunyai target kapan subsidi harga ini bisa dihilangkan. Walaupun semula sempat ditargetkan pada tahun 2004 dan 2005."Tergantung situasi nanti," katanya.Purnomo menjelaskan, untuk menghilangkan subsidi harga, pemerintah telah menggantinya dengan subsidi langsung, meski saat ini masih tetap memberikan subsidi harga."Namun harga BBM sekarang ini kan sudah mencapai harga keekonomian, tapi untuk subsidi langsung bukan tak punya kendala, karena masih ada keterbatannya," kata Purnomo.Subsidi BBM tahun 2006 mencapai Rp 54,3 triliun. Sedangkan alokasi subsidi BBM tahun 2007 dalam APBN meningkat menjadi Rp 68,6 triliun dengan harga minyak US$ 65 per barel dan kurs Rp 9.300 per dolar AS.Menurut Purnomo, upaya pemerintah mengembangkan energi alternatif salah satunya karena meningkatnya konsumsi energi yang rata-rata naik 7 persen per tahun.Hal ini karena adanya pertambahan penduduk, kegiatan ekonomi dan perkembangan industri yang didominasi oleh BBM.Menurut Purnomo sumber daya energi tahun 2005 saat ini mencapai 86,9 miliar barel. Namun cadangannya sekitar 9,1 miliar barel dan yang telah diproduki 387 juta barel. Jumlah ini hanya bisa sampai 23 tahun ke depan.Untuk gas, sumber dayanya sebesar 384,7 tcf dan cadangan sekitar 185,8 tcf. Sedangkan yang baru diproduksi 2,95 tcf. Cadangan dan sumber daya ini sampai berusia 62 tahun ke depan.Batubara memiliki sumber daya 58 miliar ton, cadangan 19,3 miliar ton dan yang baru diproduksi 132 juta ton. Sumber daya dan cadanganya bisa untuk 146 tahun ke depan. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads