Pertamina Keberatan Lanjutkan Program Konversi Minyak Tanah
Selasa, 22 Agu 2006 12:49 WIB
Jakarta - PT Pertamina (persero) mengaku tidak sanggup melaksanakan program pengalihan minyak tanah ke elpiji jika pemerintah tidak memberikan subsidi elpiji."Kalau tidak disubsidi, kita tidak bisa dong. Elpiji itu kan barang non subsidi. Kalau tidak ada subsidi, kita tidak sanggup," kata Dirut Pertamina Ari Soemarno di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (22/8/2006).Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro sebelumnya mengatakan, pemerintah tidak akan memberikan subsidi elpiji lagi pada tahun 2007. Nantinya, harga elpiji akan mengikuti mekanisme pasar. Purnomo juga menegaskan, dengan atau tanpa subsidi elpiji, Pertamina harus melanjutkan program konversi minyak tanah.Ari menilai kebijakan pemerintah tersebut sangat memberatkan Pertamina yang tengah memulai program konversi minyak tanah ke elpiji. "Terlebih lagi sebagai korporasi, Pertamina harus untung. Kalau nggak ada, gimana?" cetusnya.Untuk itu, tegas Ari, Pertamina akan membicarakan masalah ini dengan pemerintah. Pertamina akan minta pemerintah memberikan solusi jika memang benar-benar akan menghilangkan subsidi elpiji. "Kontrolnya kan sekarang ada di pemerintah. Pemerintah inginnya minyak tanah turun (konsumsinya). Tapi bagaimana turun kalau harga elpijinya tidak disubsidi," ujarnya.Dengan harga yang tidak disubdidi plus mekanisme distribusi minyak tanah berbeda dengan elpiji, maka konsumsi minyak tanah diperkirakan sulit berkurang.Program konversi minyak tanah sendiri saat ini baru sampai pada tahap pilot project. Pada 1 Agustus lalu, sebanyak 500 Kepala Keluarga (KK) di kelurahan Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, telah menerima kompor gas lengkap dengan selang dan regulator, tabung gas dan gas. Dalam pilot project itu, Pertamina telah merogoh kantongnya sebesar Rp 101 miliar.
(qom/)











































