Habis Libur, Minyak Tanah Langka
Selasa, 22 Agu 2006 17:10 WIB
Solo - Libur panjang pekan lalu telah menyebabkan kelangkaan minyak tanah di sejumlah daerah. Puncak kelangkaan itu terjadi sesuai liburan panjang karena tidak ada drop minyak ke pangkalan selama liburan berlangsung. Akibatnya banyak konsumen yang berebut minyak. Di pangkalan Lettu Ismail, Sukoharjo Kota, sejak Selasa (22/8/2006) pagi hingga siang dipadati ratusan orang yang mengantrikan ratusan jeriken. Untuk memudahkan dan menghindari penyerobotan antrian, jeriken-jeriken itu diikat dengan tali panjang yang dikaitkan satu dengan yang lainnya. Hari ini pangkalan milik Ny Aning tersebut memang mendapat giliran drop satu tanki minyak tanah dari Pertamina. Menurut Ny Aning, dua kali sepekan setiap pangkalan mendapat drop minyak. Kebetulan hari Selasa adalah giliran pengkalannya. Karuan saja, drop minyak tanah itu langsung diperebutkan pembeli yang telah kesulitan minyak tanah selama liburan panjang berlangsung. Hal itu dikarenakan selama liburan itu, tidak ada drop minyak ke pangkalan. Karena telah diperebutkan semenjak pagi, terpaksa Ny Aning membatasi hanya 20 liter untuk masing-masing pembeli. Meskipun demikian, menjelang siang banyak pembeli yang harus pulang dengan jiriken kosong karena tidak mendapat bagian. Aning mengatakan, kelangkaan minyak tanah sudah terasa sejak sebulan yang lalu. Puncaknya kelangkaan terjadi ketika liburan panjang atau cuti bersama selama lima hari sejak Kamis hingga Senin kemarin. Aning sendiri mengaku tidak tahu penyebab terjadinya kelangkaan. Padahal setahu dia drop minyak dari Pertamina juga lancar, kecuali penghentian drop di saat hari-hari libur. "Memang warga meningkatkan pembelian, tapi saya tidak tahu alasannya mengapa demikian," papar Aning. Hal serupa juga dikatakan oleh Ny Subani warga Larangan, Sukoharjo. Di rumahnya, dia membuka warung kebutuhan rumah tangga termasuk minyak tanah. Dia mengaku ada peningkatan pembelian minyak tanah oleh warga. "Biasanya 20 liter cukup untuk melayani kebutuhan pembeli dalam sehari, tapi sekarang ini kurang. Bahkan kemarin 40 liter minyak masih kurang," ujarnya. Pemandangan serupa juga terlihat di tempat lainnya. Di Kecamatan Baki, Sukoharjo, rebutan minyak tanah juga terjadi sejak beberapa hari lalu. Hal itu juga terjadi di beberapa tempat di dalam kota Solo.
(qom/)











































