Pemerintah Tunjuk Pertamina

Konversi Minyak Tanah ke Elpiji

Pemerintah Tunjuk Pertamina

- detikFinance
Rabu, 30 Agu 2006 21:03 WIB
Jakarta - Pemerintah akhirnya menunjuk Pertamina sebagai pelaksana konversi minyak tanah ke liquified petroleum gas (LPG) atau elpiji. Kendati demikian pemerintah masih membuka kesempatan kepada badan usaha lain untuk masuk ke bisnis ini."Kita telah menunjuk Pertamina. Tapi perusahaan lain boleh masuk," kata Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro kepada wartawan di Kantor Pusat Pertamina Jalan Perwira, Jakarta, Rabu (30/8/2006) malam.Dirut Pertamina Ari Soemarno menjelaskan, nantinya untuk program konversi ini, tidak ada tambahan subsidi untuk elipji yang saat ini telah dipasarkan Pertamina. Besaran subsidi hanya pada besarnya minyak tanah yang akan dikurangi. "Artinya subsidi minyak tanah hanya akan dialihkan ke elpiji," ujarnya.Dengan demikian kata, Ari, Pertamina nanti tidak akan menanggung subsidi elpiji lagi untuk yang khusus program konversi. "Nanti tinggal dilihat berapa kero (minyak tanah-red) yang dikurangkan terus berapa elipijinya. Pokoknya perbandingannya satu banding satu," ujarnya.Deputi Direktur Niaga dan Pemasaran Pertamina Hanung Budya menyatakan, soal keterlibatan swasta dalam program ini, nantinya bisa dalam bentuk storage atau tanki timbun. "Tapi kalau kalau ada swasta yang bisa produksi elpiji, kita akan beli. Kan banyak perusahaan nasional yang masuk ke sektor hulu, ngebor dapat gas," katanya."Pertamina akan beli harga pasar. Sekarang Pertamina beli dari KPS pun harga pasar," tukasnya.Pertamina menyiapkan dua skenario untuk program ini. Skenario pertama adalah mengalihkan sekitar 1 juta kilo liter minyak tanah yang setara dengan 850 ribu ton epiji. "Skenario kedua lebih progresif lagi sebanyak dua kali lipatnya," katanya.Untuk program ini, pertama yang akan dibidik adalah kota-kota besar di Jawa. "Tahun depan seluruh Jawa dan Bali, karena mudah dijangkau, mudah mengedukasi masyarakatnya. Karena konsentrasi penggunaan minyak tanah, 70 persen di Jawa," ujarnya. (mar/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads