Kalla: RI Butuh Utang untuk Berkembang

Kalla: RI Butuh Utang untuk Berkembang

- detikFinance
Kamis, 31 Agu 2006 17:06 WIB
Jakarta - Wapres Jusuf Kalla menegaskan, Indonesia tetap membutuhkan utang luar negeri untuk berkembang. Wapres menolak manifesto politik yang dihasilkan Temu Nasional Aktivis Perempuan Indonesia yang meminta penghapusan utang luar negeri."Suatu negara berkembang membutuhkan anggaran yang besar, ada yang besar itu boleh diambil dari dalam, juga boleh ambil dari luar. Itu biasa saja untuk suatu negara," tegas Kalla saat menutup Temu Nasional Aktivis Perempuan Indonesia di Asrama Haji, Pondok Gede, Bekasi, Kamis (31/8/2006).Temu nasional itu menghasilkan 11 manifesto, dan salah satunya adalah menuntut penghapusan utang luar negeri. Kalla menegaskan, jika utang dipangkas, maka konsekuensinya anggaran lain akan dipangkas. "Semua kita ingin anggaran pendidikan dinaikkan, kesehatan dinaikkan. Kalau semua dinaikkan, tentu ada sumber bagaimana menaikkannya. Salah satu sumber adalah meminjam dari luar," ujarnya.Ia mengungkapkan, sebenarnya Indonesia bisa saja menghentikan atau menghapus utang luar negeri. Tetapi hal tersebut akan berimbas pada penurunan anggaran. "Hari ini boleh kita stop semua pinjaman. Boleh. Kalau kata DPR setuju jangan meminjam, kita tidak boleh meminjam. Tapi akibatnya, kita turunkan anggaran kesehatan, pendidikan, polisi, perdagangan," imbuhnya. Kalla menyatakan keyakinannya bahwa Indonesia akan mampu untuk membayar semua utang-utangnya di kemudian hari. Sehingga tidak perlu ada kekhawatiran berlebihan Indonesia akan terjebak pada jeratan utang. "Yang terpenting kemampuan ekonomi kita di belakang hari untuk membayar apa yang kita pakai hari ini. Berutang itu wajar-wajar saja untuk semua negara," cetusnya. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads