Pabrik Pupuk Diminta Ganti Gas ke Batu Bara
Kamis, 31 Agu 2006 21:14 WIB
Jakarta - Demi memenuhi kebutuhan gas dalam negeri dan menutup kekurangan cargo ke luar negeri, pemerintah meminta seluruh pabrik pupuk mengkonversi bahan bakar pembangkit listrik dan boiler dari gas ke batu bara."Sebulan lagi akan ada dokumen tendernya yang pelaksanaannya dilakukan sesegera mungkin," kata Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro di Istana Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta (31/8/2006).Pernyataannya di atas merupakan hasil rapat koordinasi yang dipimpin Wapres Jusuf Kalla. Rapat tersebut diikuti oleh Menko Perekonomian Boediono, Menneg BUMN Sugiharto, Menperind Fahmi Idris, serta pimpinan seluruh pabrik pupuk di Indonesia dan LNG Bontang.Konversi energi dari gas ke batu bara juga dilakukan untuk pembangkit listrik dan boiler di komples LNG Bontang, Kalimantan Timur. Bulan depan laporan studi dan dokumen tendernya diharapkan selesai dengan target beroperasi pada 2009."Di Bontang akan ada penghematan lebih besar. Sekitar 22 cargo atau 220 juta standart cubic feet per daily. Penghematan itu kita hitung sangat menarik," tambah Purnomo.Sementara itu, dalam pemaparannya, Sugiharto menyatakan bahwa waktu yang dibutuhkan untuk proses teknis konversi bahan bakar gas ke batu bara di pabrik pupuk paling lama dua tahun.Investasi yang dibutuhkan untuk lima pabrik pupuk (Pupuk Iskandar Muda, Petro Kimia, Pusri, dan Kujang) diperkirakan berkisar antara US$ 400 juta sampai US$ 600 juta."Tapi penghematan (biaya produksi pupuk) sekitar US$ 85 juta per tahun. Jadi kita lihat proyek ini sangat visible dan bisa membayar kembali investasinya. Mestinya financing nanti juga tidak terlalu sulit," ujar Sugiharto.Dia lantas berharap investor swasta segera mengerjakan proyek tersebut agar target realisasinya lebih cepat diraih.
(nvt/)











































