Industri Otomotif ASEAN akan Dipetakan

Industri Otomotif ASEAN akan Dipetakan

- detikFinance
Senin, 04 Sep 2006 15:48 WIB
Jakarta - Untuk menghindari terjadinya tumpang tindih produksi otomotif di kawasan, negara-negara ASEAN sepakat memetakan basis produksinya. Jepang pun diminta untuk ikut didalamnya.Nantinya negara ASEAN akan membuat mobil jenis yang tidak saling tumpang tindih dengan negara lain, sehingga terjadi persaingan yang sehat. Kawasan ASEAN akan ditetapkan menjadi global production. "Kita minta Jepang bergerak ke ASEAN untuk ekspor kita ke Timur Tengah dan Amerika Selatan. Sehingga ASEAN ini tak bisa terpisah-pisah. Karena kalau masing-masing bikin yang sama tidak akan bisa tercapai skala ekonominya," kata Dirjen Industri Alat Transportasi dan Telematika Departmen Perindustrian (Depperin) Budi Dharmadi di Gedung Depperin, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (4/9/2006).Menurut Budhi, rencana tersebut merupakan hasil pertemuan ASEAN Economic Ministry-Japan Ministry Economic and Industrial Committee (AEM-METI) di Laos akhir pekan lalu. Rumusan yang dihasilkan antara lain membahas pemetaan basis produksi di masing-masing negara ASEAN untuk menciptakan sinergi produksi otomotif. Sementara tujuan ekspor paling besar adalah Amerika Latin, Timur Tengah dan peluang pasar ke Amerika Utara."Kita ketemu supaya tidak ada duplikasi karena semuanya bisa berebut menarik investasi. Kalau duplikasi kan gak efisien. Karena itu kita gabung aja karena dalam suatu region," ujar Budhi.Menurut Budhi, jangan sampai terjadi kompetisi internal misalnya Indonesia membuat shock breaker demikian juga Thailand yang justru membuat tidak efektif. Seharusnya ungkap Budhi, jika Indonesia membuat shock breaker maka Thailand bisa membuat lampu sehingga saling sinergi.Budhi menjelaskan, investasi terbesar di ASEAN adalah Jepang. Tingkat pertumbuhan otomotif terbesar ada di ASEAN selain China sehingga Indonesia targetkan bisa memproduksi 1 juta unit pada 2010. Indonesia sudah berkonsentrasi pada pembuatan mobil komersial termasuk MPV (Multi Purpose Vehicle) yang sudah menjadi basis produksi. "Saat ini sedang memfokuskan menjadi production base small sedan," katanya. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads