Selama Mental Belum Diperbaiki, Sulit Selamatkan Garuda

Selama Mental Belum Diperbaiki, Sulit Selamatkan Garuda

- detikFinance
Sabtu, 09 Sep 2006 17:04 WIB
Jakarta - Suntikan dana ke PT Garuda Indonesia dinilai tidak akan bisa menyelamatkan maskapai penerbangan pelat merah ini, selama mentalnya tidak diperbaiki dan juga dilakukan efisiensi. Untuk itu Komisi VI DPR RI akan meminta agar suntikan modal itu dikaji dulu. "Kalau mentalnya belum diperbaiki, akan sulit menyelamatkan Garuda," kritik Ketua Komisi VI DPR RI Didik J Rachbini di sela-sela acara diskusi di sebuah restoran di kawasan Senayan, Jakarta, Sabtu (9/9/2006).Didik mengungkapkan, beberapa hari yang lalu, ada pertemuan di Panitia Anggaran yang membahas suntikan dana Rp 1 triliun untuk Garuda. Didik mengakui, ada lobi-lobi untuk menggolkan usulan tersebut."Kita belum putuskan final. Tapi tampaknya Komisi VI, V dan XI belum mengatakan sepakat," ujar Didik.Terkait belitan utang Garuda di Bank Mandiri, Didik mengatakan bahwa tidak bijak melemparkan masalah utang Garuda ke Bank Mandiri. "Bank Mandiri saja sudah punya masalah yang complicated, ditambah Garuda lagi. Jadi kalau dua 'orang' itu dikawinkan, jadi 10 masalah," cetusnya.Sementara pengamat ekonomi Aviliani mengatakan, Bank Mandiri seharusnya bisa lebih fleksibel atas penanganan utang Garuda tersebut. Penyelesaian utangnya bisa dilakukan dengan konversi menjadi saham atau obligasi."Karena ini lebih memecahkan masalah. Daripada Mandiri tidak mau konversi, lalu malah asing yang membeli. Karena kalau Garuda sudah bagus restruktutisasinya, IPO-nya akan lebih baik," ujarnya.Bank Mandiri sebelumnya telah menyatakan menolak opsi pembayaran utang Garuda dengan cara konversi saham atas utang Mandatory Convertible Bond (MCB) senilai Rp 1 triliun. (qom/nrl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads