Harga Minyak Terus Merosot, OPEC Pertahankan Produksi
Selasa, 12 Sep 2006 09:47 WIB
Wina - Organisasi negara-negara penghasil minyak (OPEC) memutuskan menahan produksinya pada level tertinggi dalam 25 tahun terakhir di tengah merosotnya harga minyak dunia.Namun OPEC tetap memberi catatan atas merosotnya harga minyak dunia hingga level terendahnya dalam enam bulan terakhir. Kemerosotan harga minyak itu dikhawatirkan akan mengurangi pendapatan dari negara-negara OPEC.Kesepakatan untuk menahan produksi di level 28 juta barel per hari itu diputuskan dalam pertemuan OPEC yang berlangsung di Wina, seperti dikutip dari AFP, Selasa (12/9/2006).Level produksi sebanyak 28 juta barel per hari itu sudah diterapkan sejak Juni 2005, setelah OPEC melihat kecenderungan harga minyak yang terus meningkat.Harga minyak sempat mencapai level tertingginya pada 17 Juli lalu di US$ 78,64 per barel. Namun kini harga minyak perlahan-lahan surut dan berada di level US$ 66 per barel atau hampir menyamai level harga pada Maret lalu.Dalam pernyataan bersama, OPEC menyatakan bahwa mereka akan tetap menjaga harga minyak pada 'level yang bisa diterima'. OPEC juga berjanji untuk secara cepat merespons setiap perkembangan yang dapat mempengaruhi mereka.OPEC juga menyebut beberapa risiko yang kemungkinan muncul seperti kemungkinan surplus minyak pada tahun depan, risiko melambatnya perekonomian dan turunnya suhu geopolitik terutama berkaitan dengan Iran.Presiden OPEC yang juga Menteri Perminyakan Iran Edmund Daukoru mengatakan, OPEC berkeinginan untuk mendapatkan harga yang 'masuk akal'. Namun ia tidak menyebutkan berapa levelnya.Sementara Menteri Perminyakan Iran Kazem Vaziri-Hamameh mengatakan, bahwa harga minyak yang tidak diinginkan adalah di bawah US$ 60 per barel. Pernyataan itu juga diamini oleh Menteri Perminyakan Venezuela, Rafael Ramirez.
(qom/qom)











































