Jelang Pertemuan IMF-Bank Dunia, Singapura Jadi Parno

Jelang Pertemuan IMF-Bank Dunia, Singapura Jadi Parno

- detikFinance
Rabu, 13 Sep 2006 12:38 WIB
Jakarta - Momen besar pertemuan IMF-Bank Dunia yang akan diikuti ratusan delegasi di Singapura, membuat negara tersebut jadi parno alias paranoid. Dikecam kanan kiri karena tak membolehkan adanya demonstrasi, Singapura tak goyah.Kepolisian Singapura bahkan merasa yakin tindakannya tidak memperbolehkan kehadiran demonstran hadir dalam momen tersebut benar adanya.Mereka berdalih tidak ingin melihat kejadian dalam pertemuan WTO di Hong Kong pada Desember 2005 lalu terulang. Dalam pertemuan WTO tersebut, ribuan aktivis terutama petani dari Korea Selatan bentrok dengan polisi dan menimbulkan kerusuhan."Demonstran di luar tidak dapat diprediksi. Mereka bisa saja terlihat tidak berbahaya, tapi mereka punya potensi yang besar untuk berubah menjadi kerusuhan," ujar Kepala Staf Kepolisian Singapura, Soh Wai Wah seperti dikutip dari Channel News Asia, Rabu (13/9/2006).Ia menambahkan, Singapura telah menjadi target teroris dalam beberapa tahun terakhir."Selain itu, kita sedang menyelenggarakan pertemuan tingkat tinggi, orang-orang penting dari seluruh belahan dunia akan hadir. Jadi kita akan menjadi lebih menarik dari biasanya. Jadi penanganan keamanan sangat serius," tambah Wah.Pertemuan IMF-Bank Dunia akan berlangsung 19-20 September mendatang di Suntec, Singapura. Namun seremonial sebelum pertemuan itu sudah digelar sejak Senin 11 September. Biasanya, pertemuan tahunan itu selama dua tahun berturut-turut digelar di Washington, AS dan pada tahun ketiga diselenggarakan di luar Washington.Pertemuan kali ini menjadi penting di tengah sorotan atas dua lembaga penting di dunia itu. IMF juga diperkirakan akan membuat sebuah keputusan penting setelah 60 tahun lembaga tersebut hadir.Namun sayang, pertemuan tersebut tidak bisa dihadiri oleh sembarangan lembaga. Yang bernasib apes tak bisa hadir antara lain LSM dari Indonesia, INFID.Pemerintah Singapura telah mengeluarkan surat khusus untuk mencegah masuknya 20 anggota delegasi Indonesia guna mengikuti pertemuan tahunan itu.Meski IMF dan Bank Dunia telah mengirimkan protes atas pencekalan INFID itu, namun Singapura tetap bersikukuh tidak memperbolehkan masuknya delegasi INFID dengan alasan keamanan dan hukum. Padahal INFID akan berpartisipasi dalam dua sesi agenda pertemuan yang berlangsung pada 19 September."Kita memprotes keras sikap pemerintah Singapura yang bersikap berlebihan. Keputusan itu mencerminkan sikap kecurigaan yang berlebihan," tegas Deputi Direktur Eksekutif INFID Dian Kartika Sari dalam pernyataannya.Meski pemerintah melakukan pencekalan atas masuknya LSM, namun pertemuan organisasi masyarakat sipil dalam Forum International People's Forum sendiri akan tetap berlangsung di Batam pada 15-17 September mendatang. (qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads