Menneg BUMN: Bentuk Jaminan Proyek 10 Ribu MW Tak Penting

Menneg BUMN: Bentuk Jaminan Proyek 10 Ribu MW Tak Penting

- detikFinance
Kamis, 14 Sep 2006 12:56 WIB
Jakarta - Menneg BUMN Sugiharto menilai bentuk jaminan pemerintah terhadap pembangunan proyek pembangkit listrik berbahan bakar batubara 10 ribu MW tidaklah penting. Yang paling penting, ada jaminan pemerintah atas proyek tersebut."Apakah comfort atau guarantee, prinsipnya pemerintah mau menjamin proyek itu. Bentuknya seperti apa, diserahkan pada Menkeu," kata Sugiharto dalam acara seminar kelistrikan di Hotel Le Meridien, Jakarta, Kamis (14/9/2006).Menurut Sugiharto, yang terpenting saat ini adalah bagaimana mega proyek itu bisa sukses. "Kan harus sukses untuk mengurangi operating cost PLN dalam jangka menengah panjang. Kalau ini bisa ditekan, maka harga listrik bisa lebih rendah dari sekarang, karena itu subsidi akan berkurang," katanya.Mengenai jaminan atas proyek ini, Sugiharto menilai sangat penting demi untuk kepercayaan investor. Terlebih lagi dengan kondisi PLN yang saat ini dalam posisi merugi."Tidak ada pilihan lain, harus digaransi PLN. Kalau tidak ada jaminan barangkali sulit para kreditor untuk menyerap risiko bisnis PLN," ujarnya.Sugiharto meyakini PLN tidak akan default karena banyaknya investor yang akan ikut di bisnis ini. "PLN tidak akan default jika 10 ribu MW ini bisa diwujudkan. Justru keuntungan bertambah, cashflow kuat dan harga listrik bagi masyarakat tidak memberatkan. Jadi ini kayak chicken and egg," ujarnya."Saya punya keyakinan 10 ribu MW ini harus jadi, harus didukung oleh pemerintah dan insya Allah jika dioperasikan harga listrik PLN akan turun," ucap Sugiharto optimistis. (qom/sss)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads