16 BUMN Berharap Suntikan Modal dari APBN-P
Kamis, 28 Sep 2006 16:55 WIB
Jakarta - Sebanyak 16 BUMN telah mengusulkan kepada pemerintah untuk meminta suntikan dana melalui penyertaan modal negara (PMN) lewat APBN-P 2006.Saat ini usulan BUMN tersebut masih terus dievaluasi untuk dilihat lagi business plan-nya."Ini ada beberapa yang di-hold karena PMN harus jelas, jangan sampai kita kasih, terus besok ada masalah, ya itu lebih dari setengahnya (yang masih dievaluasi)," kata Ketua Komisi XI DPR Awal Kusumah di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (28/9/2006).Evaluasi terhadap BUMN tersebut masih akan dibahas dengan komisi teknis dan Komisi VI sebelum ditetapkan dan dikucurkan dananya.Berdasarkan data Kementerian BUMN tahun 2006 terdapat 16 BUMN yang mengusulkan PMN dari APBN-P 2006 senilai Rp 1,845 triliun.Sementara untuk APBN 2006 yang belum ada perubahan ada sebesar Rp 350 miliar dana yang dikucurkan untuk 3 BUMN yang juga telah diterbitkan dalam peraturan pemerintah (PP).Ketiga BUMN penerima PMN yaitu PT Kertas Kraft Aceh Rp 150 miliar, PT Kereta Api Indonesia Rp 100 miliar, dan PT Shang Hyang Seri Rp 100 miliar. Pada APBN-P 2006, PT Kertas Kraft Aceh kembali mengusulkan Rp 100 miliar.BUMN lainnya adalah PT Merpati Nusantara Airlines Rp 450 miliar, PT Garuda Indonesia Rp 500 miliar, PT Kertas Los Rp 110 miliar, PT Kliring Berjangka Indonesia Rp 130 miliar, PT Perikanan Nusantara Rp 150 miliar.PT Pupuk Iskandar Muda Rp 150 miliar, PT Dirgantara Indonesia Rp 40 miliar, Perum PPD Rp 40 miliar, PT Semen Kupang Rp 40 miliar, Perum Sarana Pengembangan Usaha Rp 25 miliar, Pertani Rp 15 miliar, Boma Bisma Indra Rp 10 miliar, PT Industri Kereta Api Rp 35 miliar.Sementara Dirjen Perbendaharaan Negara Mulia P Nasution mengatakan, proses pencairan PMN melalui proses yang panjang. Ini karena sebelum dana dicairkan harus diterbitkan dahulu PP-nya, serta harus diutamakan dokumen anggaran yang juga membutuhkan waktu."Prosesnya nanti setelah APBN-P selesai diundangkan, pemerintah dapat menerbitkn PP, demikian pula dokumen anggarannya yang memungkinkan kita mengeluarkan itu dan uangnya ditransfer langsung ke BUMN yang bersangkutan," papar Mulia.
(ir/sss)











































