Pertumbuhan Ekonomi Kuartal Akhir 2006 Bisa Capai 6 Persen

Pertumbuhan Ekonomi Kuartal Akhir 2006 Bisa Capai 6 Persen

- detikFinance
Kamis, 26 Okt 2006 17:20 WIB
Jakarta - Pemerintah yakin pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal keempat tahun 2006 bisa mencapai 6 persen. Keyakinan itu didasarkan atas pertumbuhan ekonomi nasional yang pada kuartal ketiga tahun ini di atas 5,5 persen."Target 5,8 persen, kalau kuwartal II bisa di atas 5,5 persen. Kuartal akhir moga-moga bisa capai 6 persen. Over all average selama 2006 mungkin masih sekitar 5,6 persen atau lebih tinggi," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (26/10/2006).Keyakinan itu, kata Menkeu, didasarkan adanya indikator konsistensi laju pertumbuhan kuartal ketiga. "Kita harapkan kuartal ketiga diwujudkan pada growth yang akan diumumkan BPS November mendatang. Pertumbuhan menguat konsisten sebesar 5,2 persen. Kita harapkan lebih tinggi bahkan lebih dari 5,5 persen," ujarnya.Sri melihat adanya tren positif dari kegiatan ekonomi nasional. Tren itu terlihat pada indikator kegiatan ekonomi pembayaran jumlah PPn yang dibayarkan kepada pemerintah. "Saya juga melihat konsumsi semen, listrik, dan berbagai kegiatan produksi seperti barang impor untuk barang modal maupun barang impor logam dan kimia menunjukkan tren positif pada kuartal ketiga," cetusnya.Sri mengungkapkan, untuk realisasi APBN-P 2006 hingga 13 Oktober 2006 antara lain, penerimaan negara mencapai 74,2 persen dari total APBN-P 2006. Belanja negara 66,3 persen dan belanja barang 48,45 persen. Sedangkan belanja modal 47,74 persen. "Posisi APBN pada minggu ketiga Oktober sebesar Rp 6,3 triliun atau mendekati target dengan pembiayaan Rp 25,2 triliun," katanya.Sri Mulyani mengatakan, dengan turunnya harga minyak tidak terlalu berpengaruh terhadap APBN terutama dari sisi defisit APBN. Namun dari sisi subsidi akan turun sekitar Rp 25 triliun. "Exercise yang kita lakukan dengan harga minyak US$ 60-50 per barel," jelasnya.Menkeu menyatakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta para menteri-menteri terkait harus bisa menjaga momentum yang cukup baik ini. Ini menciptakan momentum pertumbuhan atau pemulihan ekonomi sehingga bisa menciptakan percaya diri. "Presiden menugaskan Menko Perekonomian dan Menkeu untuk memberikan insentif-insentif tambahan untuk memperkuat investasi maupun momentum pertumbuhan ekonomi," cetusnya. (mar/nrl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads