Membongkar Beras Impor dengan Bahasa Isyarat
Rabu, 08 Nov 2006 15:42 WIB
Medan - Bahasa Vietnam dan Indonesia memang jauh berbeda. Namun kendala itu tak menghalangi proses pembongkaran beras impor dari Vietnam di pelabuhan Belawan. Semua itu berkat bahasa isyarat.Ya, bahasa isyarat memang kerap kali digunakan saat proses pembongkaran beras impor dari Vietnam itu. Maklum saja, Anak Buah Kapal (ABK) tiga kapal dari Vietnam itu rata-rata memang tak bisa berbahasa Indonesia, atau paling tidak berbahasa Inggris. Mereka rata-rata hanya menguasai bahasa Vietnam.Sementara kuli-kuli angkut di pelabuhan rata-rata hanya menguasai bahasa Indonesia dan Jawa. Maklum saja, kebanyakan dari kuli angkut itu adalah Puja Kesuma alias Putra Jawa Kelahiran Sumatera. Namun ketidaknyambungan bahasa itu tampaknya tidak menghalangi proses bongkar muat beras impor. Dalam pantauan detikcom, Rabu (8/11/2006), ABK dari Vietnam itu tetap lancar memberikan instruksi kepada kuli-kuli angkut meski hanya menggunakan bahasa isyarat.Misalnya saja saat menghitung berapa beras yang sudah diturunkan. Si kuli cukup menjawab jumlahnya dengan jari tangan. Bahasa isyarat itu pun langsung dimengerti dan si petugas dari Vietnam pun lantas mencatatnya. Para kuli angkut tampaknya juga cukup akrab dengan ABK dari Vietnam. Menurut pengakuan para kuli, ABK di Vietnam terkenal ramah.Hasilnya? tiga kapal sudah selesai dibongkar hingga hari ini. Jadi, bahasa isyarat terbukti cukup ampuh menjembatani Vietnam-Indonesia.
(qom/ir)











































